Breaking News:

KKB Papua

Kesaksian Natalina Detik-detik Suaminya Ditembak KKB: Matanya Terputar, Mungkin Masih Lirik Saya

Seorang guru SD Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Oktovianus Rayo (42) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

handover/tribunmanado
Anggota KKB Papua 

TRIBUNPALU.COM - Seorang guru SD Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Oktovianus Rayo (42) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Istri korban, Natalina mengungkap cerita detik-detik suaminya ditembak anggota KKB.

Ketika peristiwa penyerangan berlangsung, Natalina dan beberapa warga lainnya menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di kamar mandi.

Natalina memutuskan keluar dari tempat persembunyian saat situasi telah sunyi.

“Setelah saya lihat sudah sunyi, sudah tidak ada orang, saya keluar dari kamar tempat saya sembunyi melihat almarhum sudah terkapar di depan, dia sudah lipat kaki dan telentang, kasihan. Saat itu saya masih sempat panggil, Papa Iyan bangun... Papa Iyan bangun tapi saya masih lihat dia punya mata terputar, mungkin dia masih lirik saya atau bagaimana. Saat itu saya bilang Papa Iyan saya pergi sembunyi lari ke belakang dan lompat ke kamar mandi,” kata Natalina, saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Kapolda Papua Sebut Hal Ini sebagai Pemicu KKB Teror Guru di Beoga: Jangan Mudah Terpancing

Baca juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Besok Kamis, 15 April 2021 di Sulteng: Palu Hujan Ringan, Luwuk Cerah Berawan

Natalina mengatakan, saat ia lompat ke kamar mandi, ia menginjak seng dan berbunyi lalu ia pergi ke rumah tetangganya meminta tolong.

“Di rumah tetangga sekitar 5 menit saya teriak minta tolong, Erni bukakan pintu, kemudian Pak Guru membuka pintu dan saya sampaikan tolong Bapak Iyan di sana sudah kena tembak tolong dilihat dulu karena saat itu belum ada orang lalu lalang,” ucap Natalina.

Natalina mengungkapkan, saat di kamar mandi, ia bersembunyi cukup lama.

Dari kejadian jam 09.00 WIT, sekitar jam 14.00 WIT baru dievakuasi oleh pendeta-pendeta karena semua tempat sudah dikuasai oleh orang bersenjata, termasuk lingkungan sekolah. 

“Di kamar mandi tempat kami sembunyi masih sempat ada orang masuk mengobrak-abrik pakai parang, dia tendang kamar mandi tetapi  tidak tembus, hanya menendang 2 kali dan kami di dalam hanya diam berdoa sambil SMS teman yang lain,” ujar Natalina.

Halaman
12
Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved