Breaking News:

Puasa Ramadhan 2021

Kapan Seseorang Dikatakan Musafir dan Diperbolehkan Berbuka Puasa saat Perjalanan Jauh?

Silaturahmi merupakan suatu hal yang dianjurkan saat bulan Ramadan. Namun, kapan seseorang dikatakan musafir? Kapankah mereka harus membatalkan puasa?

Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Tribun Jabar
ILUSTRASI - Jarak minimal seseorang diperbolehkan tidak berpuasa saat melakukan perjalanan jauh. 

Maka para jumhur ulama sepakat agar seseorang yang mengalami hal serupa bisa melanjutkan puasanya.

"Kalau diukur dengan jarak 100, 200 bahkan 500 kilo, tapi ditempuh dengan alat transportasi nyaman, mayoritas ulama sepakat lebih baik dilanjutkan puasanya," ujarnya.

Baca juga: Bacaan Doa: Surat Al Kahfi Bahasa Arab, Latin, dan Artinya, Baca Quran Tambah Amalan Ramadhan

Baca juga: Apakah Berbohong di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasan Ustaz

Baca juga: 5 Makanan Favorit Nabi Muhammad Selama Puasa Ramadhan, Sunah Dikonsumsi hingga Bikin Sehat

Kedua, dianjurkan berbuka jika perjalanan jauhnya memberatkan.

Kemudian yang ketiga, apabila perjalanan jauhnya tidak hanya memberatkan, tetapi juga membahayan diri seseorang.

Ia mencontohkan saat sedang menyupir kendaraan dan hendak ke suatu tempat yang jauh, namun rasa lapar datang saat itu juga.

Maka haram untuk melanjutkan puasa, dan harus membatalkannya.

"Misalnya nyupir, laper banget dalam perjalann jauh kan malah menimbulkan bahaya. Nah itu haram dilanjutkan," pungkasnya.

(TribunPalu.com/Hakim)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved