Breaking News:

Kasus Suap Eks Menteri Edhy Prabowo Seret Dua Nama Korporasi Besar

Kasus uap perizinan ekspor BBL alias benur yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, menyeret dua nama korporasi besar.

Penulis: Putri Safitri
Editor: Haqir Muhakir
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). 

Sebelumnya, jaksa KPK mengungkapkan keuntungan PT Aero Citra Kargo sebagai satu-satunya perusahaan forwarder benih bening lobster mencapai Rp38 miliar.

Baca juga: Nagita Slavina Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Ridwan Kamil: Tidak Sia-sia Saya Jadi Saksi Nikah

Baca juga: Lolos Berkas Pascasarjana Belum Tentu Diterima Untad, Perhatikan Langkah Selanjutnya

Hal tersebut terungkap dalam surat dakwaan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Bahwa sejak PT ACK beroperasi pada bulan Juni 2020 sampai dengan bulan November 2020, PT ACK mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp38.518.300.187," kata jaksa saat membacakan surat dakwaan, Kamis (15/4/2021).

Keuntungan Rp38 miliar itu diterima dari pemilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito dan perusahaan-perusahaan eksportir benih bening lobster lainnya.

Diketahui, PT ACK, disebut jaksa bekerjasama dengann PT Peristhable Logistic Indonesia terkait ekspor benih lobster.

PT PLI yang mengurus seluruh kegiatan ekspor benur, sedangkan PT ACK hanya sebagai perusahaan yang melakukan koordinasi dengan perusahaan eksportir dan menerima keuntungan.

Dalam kerja sama itu, ditetapkan bahwa biaya ekspor benur yakni sebesar Rp1.800 per ekor dengan pembagian PT PLI mendapatkan biaya operasional pengiriman sebesar Rp350 per ekor, sementara PT ACK mendapatkan sebesar Rp1.450 per ekor

Kemudian, jaksa melanjutkan, setiap satu bulan sekali hingga 12 November 2020, para pemegang saham PT ACK dibagikan keuntungan tersebut, seolah -olah sebagai deviden.

Para pemilik saham itu adalah Amri yang merupakan teman dekat Edhy Prabowo, kemudian Yudi Surya Atmaja, dan Achmad Bachtiar.

Baca juga: Persib vs PSS Sleman Jam Berapa? Malam Ini Live Streaming dan Nonton Online di Indosiar

Baca juga: Apakah Tes Swab dan Rapid di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa?

Amri mendapat total  Rp12.312.793.625 yang ditransfer ke Bank BNI.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved