Breaking News:

PAN Diisukan Gabung Kabinet, Pengamat: Nasdem Bakal Kesal, Mereka Bukan Pejuang & Tidak Berdarah

Ujang menilai NasDem bakal geram dan kesal karena PAN dianggap tak mendukung dan berjuang bersama agar Jokowi-Ma'ruf menang saat Pilpres 2019 silam.

DPR RI
Rumor isu reshuffle kabinet jlid II. 

TRIBUNPALU.COM - Isu Reshuffle mencuat dalam beberapa hari terakhir, menyusul Partai Amanat Nasional (PAN) ikut diisukan bakal bergabung dengan kabinet.

Terkait hal itu, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin menilai partai koalisi seperti Partai Nasdem tidak akan menanggapi dengan baik.

Ujang menilai Nasdem bakal geram dan kesal karena PAN dianggap tak mendukung dan berjuang bersama agar Jokowi-Maruf Amin menang saat Pilpres 2019 silam.

"Partai koalisi pemerintah yang ada seperti Nasdem akan geram saja. Karena PAN dianggap tak berdarah-darah dan berkeringat di Pilpres 2019," ujar Ujang, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (16/4/2021).

Sikap Nasdem, kata Ujang, sudah diwakili dengan salah satu kadernya Irma Suryani Chaniago.

"Nasdem sudah jelas (bersikap) melalui Irma Suryani yang sedikit kesal dan geram. Karena tadi PAN dianggap bukan pejuang Pilpres. Tapi partai koalisi lain mungkin dingin-dingin saja (menanggapi kemungkinan PAN bergabung)," kata dia.

Baca juga: Video Pengakuan Istri Tukang Ojek Perantau Asal Barru yang Ditembak Mati KKB: Baru 4 Hari Ketemu

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menilai jika benar PAN bergabung dengan pemerintahan, maka kursi menteri pasti menanti.

Meski belum diketahui siapa sosok yang akan diganti oleh Jokowi, Ujang memprediksi kalangan profesional lah yang akan didepak dan digantikan orang partai.

"Jika PAN masuk pemerintahan, maka akan diberikan posisi menteri oleh Jokowi dan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin akan semakin kuat," ujarnya.

"Isu yang beredar masih simpang siur, masih tarik ulur, belum tahu apa posisi menteri yang akan diberikan Jokowi ke PAN. Mungkin yang diganti menteri dari profesional," tandas Ujang.

Baca juga: 2 WNI Jatim Tipu 30 Ribu Warga AS, Buat Pemerintah Amerika Serikat Rugi hingga 60 Juta Dolar AS

Halaman
1234
Editor: Putri Safitri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved