Breaking News:

Banggai Hari Ini

Mayat Ditemukan Membusuk di Batui Banggai, Keluarga Tolak Otopsi

Dominggus diketahui merupakan seorang purnawirawan TNI dan ditemukan pertama kali oleh Fery Bode.

TRIBUNPALU.COM/NAWI
Warga berkumpul di depan rumah penemuan mayat di Desa Honbola, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (17/4/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Penemuan mayat pria membusuk di Desa Honbola, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, masih didalami pihak kepolisian.

Menurut polisi, berdasarkan hasil olah TKP, mayat bernama Dominggus Bode (70) itu ditemukan dengan posisi bersandar di pintu sambil duduk di lantai, dan tubuhnya sudah dipenuhi belatung.

Dominggus diketahui merupakan seorang purnawirawan TNI dan ditemukan pertama kali oleh Fery Bode.

Fery Boda awalnya mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa ada aroma tak sedap dari dalam rumah Dominggus.

Setekah dicek, ternyata bau busuk itu dari mayat dalam rumah.

Baca juga: Coblos Ulang di 2 Desa, KPU Morowali Utara Butuh Helikopter ke Daerah Terpencil

Baca juga: Siap-siap, Wilayah Toili dan Toili Barat Gelap Gulita 6 Jam

Baca juga: Warga di Batui Banggai Dihebohkan Penemuan Mayat

Istri Dominggus, Yeni Sanganda (48) menjelaskan, suaminya diketahui berangkat ke Pagimana Jumat (9/4/2021).

Suaminya menderita penyakit maag, jantung dan sering mengalami hipertensi, bila penyakitnya kambuh korban sering memegang bagian dada dan perut.

Sedangkan menurut warga sekitar, Dominggus sempat terlihat mengendarai sepeda motor menuju rumahnya pada Rabu (14/4/2021) sekitar pukul 06.30 Wita.

Dokter Puskesmas Batui dr Ayu Gayatri yang memeriksa kondisi mayat belum menyimpulkan penyebab kematian, kecuali setelah otoposi.

Pemeriksaan luar tidak bisa dilakukan karena kondisi mayat dipenuhi belatung.

Baca juga: Tiba-tiba Diterjang Angin Kencang dan Ombak saat Melaut, 2 Nelayan Desa Tilung Tomini Hilang

Baca juga: WASPADA Pencurian! Tas Milik Warga di Palu Digondol Maling saat Ditinggal Salat

Baca juga: Praktik Joki SBMPTN di Untad Terbongkar, Calon Mahasiswa Rela Setor Mahar Rp 300 Juta

Namun dugaan sementara, penyebab kematian adalah serangan jantung atau hipertensi.

"Penyebab matinya korban kemungkinan disebabkan oleh serangan jantung atau hipertensi berdasarkan riwayat penyakit yang dideritanya," kata Kapolsek Batui Iptu IK Yoga Widata, Sabtu (17/4/2021) siang.

Kata Yoga, keluarga Dominggus tidak menginginkan korban diotopsi.

Keluarga Dominggus telah menerima kematian itu dan akan membuat surat pernyataan.(*)

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved