Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Sekretaris PPNI Sulteng Kutuk Penganiayaan Perawat RS Siloam Sriwijaya

Masri berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.

handover
Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Tengah Masri 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Tengah Masri mengutuk keras tindakan penganiayaan keluarga pasien terharap perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang.

"Atas nama pribadi dan atas nama perawat sesulawesi tengah mengutuk keras atas penganiayaan terhadap perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang," ucapnya kepada TribunPalu.com, sabtu (17/4/2021) siang

Masri berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.

"Kami berharap pihak aparat penegak hukum memberikan hukuman yang seadil-adilnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,"  katanya.

Masri menambahkan, dengan adanya tindakan penganiayaan tersebut, semua pihak dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Agar kejadian seperti itu tidak terluang kembali dan merugikan banyak orang.

"Sejatinya semua pihak dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, dan kami meminta masyarakat yang berkunjung ke rumah sakit/puskesmas di mana Nakes bekerja agar bersikap menghormati dan menghargai mereka," ujarnya.

Baca juga: PPNI Banggai Kutuk Kekerasan Terhadap Perawat di Palembang

Baca juga: Video Detik-detik Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam, Gestur Tubuh jadi Sorotan

Baca juga: Babak Baru Penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya, Istri Pelaku Tuduh Perawat Psikopat, Netizen Geram

Masri menuturkan jika kejadian seperti ini sudah sering dialami oleh perawat di rumah sakit.

Namun banyak yang tidak terekspos oleh media.

Sehingga peranan direktur rumah sakit tempat para tenaga kesehatan bekerja menjadi sangat vital untuk menjamin keamanan bagi Nakes.

"Kasus seperti ini sudah sering terjadi di sarana pelayanan kesehatan, Kekerasan yang sering dialami petugas kesehatan adalah kekerasan psikis, sehingga perlu perlindungan menyeluruh dari pemilik rumah sakit terhadap petugas yang sedang bekerja" ucap Masri.

Ia juga meminta perawatdi Sulawesi Tengah agar bekerja secara profesinal dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Masri juga mengimbau keluarga pasien saat berkunjung ke rumah sakit agar dapat bekerja sama dan saling berkomunikasi dengan baik.(*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved