Breaking News:

Bagaimana Hukum Memakai Mukena Warna Warni saat Salat? Berikut Penjelasan Buya Yahya

Penjelasan Buya Yahya terkait hukum mengenakan mukena warna warni pada saat salat.

sikathabis.com
Mukena 

Sementara Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk menghindari pakaian yang mengundang perhatian orang.

Beliau bersabda, " Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat." (Ahmad, Abu Daud, Nasai dalam Sunan Al-Kubro, dan dihasankan Al-Arnauth).

Sementara itu, imam Abdurrahman Al-Jazari di dalam kitab Al-Fiqh Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah menjelaskan, "Dia di antara makruhnya salat adalah jika di antara dirinya (di depannya) terdapat gambar hewan atau lainnya yang dapat menyibukkan dirinya (menghilangkan kekhusyukan). Jika hal itu tidak sampai menyibukkan dirinya (tidak mengganggu kekhusyikannya), maka salatnya tidak makruh. Demikian pendapat ulama Malikiyah dan Syafiiyyah."

Mukena.
Mukena. (sikathabis.com)

Apa Itu Pakaian Syuhrah?

As-Sarkhasi mengatakan, "Maksud hadis, seseorang tidak boleh memakai pakaian yang sangat bagus dan indah, sampai mengundang perhatian banyak orang. Atau memakai pakaian yang sangat jelek, lusuh, sampai mengundang perhatian banyak orang. Yang pertama, sebabnya karena berlebihan sementara yang kedua karena menunjukkan sikap terlalu pelit. Yang terbaik adalah pertengahan." (Al-Mabsuth, 30: 268).

"Karena sebaik-baiknya mukena adalah yang tidak menjadikan orang menoleh," kata Buya Yahya

Jadi kesimpulanya, kaum muslimah diperbolehkan memakai mukena selain berwarna putih.

Selain itu, diperbolehkan pula jika ada motif-motif selama motif tersebut tidak menganggu saat salat dan dapat menarik perhatian.

Salat dianggap sah jika terpenuhi lima syaratnya.

Sah pula jika aurat tertutup dengan pakaian apapun corak dan warnanya.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved