Breaking News:

Hendak Kirim Bantuan, Menteri Risma Dilarang Datang ke Papua

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan jika dirinya tidak diizinkan untuk datang ke Kabupaten Puncak, Papua.

Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
ILUSTRASI - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan jika dirinya tidak diizinkan untuk datang ke Kabupaten Puncak, Papua. 

Kecaman untuk Aksi KKB Papua

Satu pekan ini, warga papua dihantui dengan hadirnya KKB di Kabupaten Puncak, Papua.

Aksi teror tersebut menimbulkan korban jiwa dan materi yang tak sedikit.

Bahkan sebagian masyarakatnya memilih meninggalkan kabupaten tersebut dan mengamankan keluarganya di Kota Mimika.

Baca juga: KKB Papua Sudah Tidak Murni, Tokoh Perempuan: Sarana Kepentingan Politik oleh Sejumlah Orang

Baca juga: KKB Papua Tak Bisa Lagi Dekati Perkotaan, Semakin Terjepit Akibat Taktik Cerdik Satgas Nemangkawi

Proses evakuasi jenazah 2 guru korban penembakan KKB di Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika. Dua guru tersebut yakni Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden.
Proses evakuasi jenazah 2 guru korban penembakan KKB di Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika. Dua guru tersebut yakni Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden. (ISTIMEWA via Tribunnews)

Menanggapi aksi KKB ini, aktivis West Papua National Authority (WPNA) wilayah Domberai, Markus Yenu mengatakan ketidaksepahamannya dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh KKB.

"Dari diri saya sendiri, tentu saya tidak sependapat dengan aksi yang dilakukan oleh KKB. Dari kabar yang beredar lewat hubungan keluarga dari Puncak, ada banyak kesalahpahaman yang terjadi. Tentu ini menyakitkan sebab korban sudah terlanjur berjatuhan," kata Markus yang TribunPalu kutip dari lama Tribun-papua.com, Minggu (18/4/2021).

Baginya, KKB tidak mempertimbangkan kematangan dan sungguh ceroboh.

Pihaknya telah mengklaim hal tersebut sangat merugikan, meski korban yang dibunuh merupakan bagian dari mata-mata aparat keamanan

Baca juga: Cuma Gertak Sambal, KKB Papua Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi, Sebelumnya Tantang TNI-Polri

Baca juga: Heboh KKB Papua Klaim Tembak Mati 5 Prajurit TNI, Kini Terungkap Fakta Sebenarnya

Baca juga: Komandan KKB Papua Akhirnya Menyerahkan Diri, Cium Bendera Merah Putih di Depan Polisi

Markus Yenu menyebutkan, tindakan keji dari KKB akan meruntuhkan perjuangan yang sedang ia bangun.

Markus Yenu mengaku ia adalah aktivis yang juga memperjuangkan nama ‘Papua’ lewat jalur kemanusiaan.

"Kami sadar jika pertumpahan darah tidak akan memberikan kebebasan, kalaupun bebas kita sudah kehilangan anggota keluarga sendiri akibat dari penembakan-penembakan yang terjadi," ujarnya.

(TribunPalu.com/Hakim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved