Breaking News:

4 Tokoh yang Diprediksi Kuat Duduki Kursi Menteri Investasi, Menantu Ma'ruf Amin Termasuk

Setelah nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Bahlil Lahadalia, kini muncul dua nama baru yang dinilai layak mengisi posisi menteri Investasi.

Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat mengenalkan enam anggota baru Kabinet Indonesia Maju, di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Kini, Isu reshuffle kabinet semakin kuat berembus, terutama untuk pos Kementerian Investasi. 

"Lalu harus memiliki jaringan, sekaligus tahu investor global. Dari ketiga itu, saya rasa figur Lutfi memiliki hal itu," tegasnya.

3. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia santer dikabarkan akan mengisi jabatan di pos kementerian Investasi.

Prediksi ini disampaikan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah.

Piter menuturkan, sosok Bahlil Lahadalia masih pantas mengisi kursi Menteri Investasi.

Terlebih, melihat latar belakangnya sebagai pengusaha.

"Saya kira Pak Bahlil, dengan latar belakangnya sebagai pengusaha merupakan salah satu sosok yang memiliki kemampuan itu," ujar Piter, saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (17/4/2021).

Selain Piter, Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin juga ikut memprediksi sosok yang akan menjadi Menteri Investasi.

Menurut Ali, kemungkinan besar Presiden Jokowi akan menempatkan pejabat lama dalam pos kementerian baru tersebut.

Untuk Kementerian Investasi, Ali menyebut nama Bahlil Lahadalia.

"Sebetulnya menteri-menteri milenial ini kan Presiden sudah tahu mereka miliki prestasi, termasuk Pak Bahlil, Menteri Mas Nadiem."

"Ini orang-orang berprestasi yang sudah diketahui Presiden, jadi enggak usah ragu," kata Ali saat dihubungi, Rabu (14/4/2021) lalu.

4. Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Komut Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bersama dengan Ibu Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menghadiri peresmian Taman Kota 1 di BSD, Tangerang Selatan, 5 April 2021. Terbaru, Refly Harun menyebut Ahok tidak mungkin menjadi Menteri Investasi.
Komut Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bersama dengan Ibu Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menghadiri peresmian Taman Kota 1 di BSD, Tangerang Selatan, 5 April 2021. (Instagram/@basukibtp)

Sementara itu, nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga ikut masuk dalam prekdiksi sebagai Menteri Investasi.

Terkait hal ini, Piter Abdullah menilai, Ahok cukup kompeten untuk mengemban tugas tersebut.

Namun, menurutnya, ada hal berat yang harus dihadapi Ahok untuk memacu investasi di Indonesia.

"Pak Ahok bisa jadi menteri yang bagus, tapi noise akan banyak terjadi kalau beliau yang jadi menteri investasi."

"Ahok juga sangat kontroversi yang tidak bagus nanti dampaknya sulit dalam upaya membangun koordinasi dengan semua pihak," ungkapnya, Sabtu (17/4/2021).

Serupa dengan Piter, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai, Ahok tidak akan pernah bisa menjadi menteri.

Pernyataan Refly Harun ternyata memiliki alasan khusus, di mana masa lalu Ahok yang membuatnya tak mungkin jadi menteri.

Hal itu disampaikan oleh Refly dalam kanal YouTube miliknya @Refly Harun, Jumat (16/4/2021).

"Mengenai Ahok, selama Undang-Undang Kementerian negara tidak diubah, maka selamanya itu pula Ahok tidak bisa menjadi menteri," kata dia.

"Spekulasi tentang Ahok itu tidak perlu lagi disebut-sebutkan terus-menerus," tambahnya.

Kemudian, Refly mengungkit masa lalu Ahok yang sempat ditahan karena kasus penistaan agama.

Menurutnya, kasus tersebut membuat Ahok tidak akan bisa diangkat menjadi menteri.

"Ahok sudah pernah dipenjara walaupun cuma 2 tahun tapi ancaman hukumannya adalah lima tahun."

"Sampai kapan pun Ahok tidak bisa menjadi menteri," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai nama Ahok cocok menjadi calon Menteri Investasi.

"Kementerian Investasi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) cocok sepertinya. Selain berpengalaman, Ahok juga disebut masuk tim perumus ibu kota baru."

"Di sini peran Menteri diuji bagaimana menarik investor masuk meramaikan ibu kota tanpa melupakan daerah atau provinsi Lainnya," kata Fadhli saat dihubungi, Kamis (15/4/2021).

Kendati demikian, lanjut Fadhli, penunjukkan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

Siapapun yang terpilih harus menjalankan visi misi presiden di wilayah invetasi.

"Itu hak presiden, saya kira beliau sudah menyiapkan kriterianya dan orang yang akan ditunjuknya," kata Fadhli.(Tribunnews.com/Maliana//Choirul Arifin/Seno Tri Sulistiyono/Reynas Abdila, Wartakotalive.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Setelah Bahlil-Ahok, Nama Muhammad Lutfi dan Menantu Wapres Ikut Diprediksi Jadi Menteri Investasi

 
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved