Breaking News:

Universitas Tadulako

Sambut Perkuliahan Tatap Muka, Dekan FISIP Untad: Jumlah Mahasiswa Perlu Dibatasi

Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi Untad itu, terdapat banyak kendala saat menjalankan sistem kuliah online, baik bagi dosen maupun mahasiswa. 

tribunpalu.com/fandi
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil menilai kebijakan kuliah online selama setahun terakhir tidak berjalan efektif. 

Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi Untad itu, terdapat banyak kendala saat menjalankan sistem kuliah online, baik bagi dosen maupun Mahasiswa

Mulai dari tidak meratanya akses dan kecepatan internet, banyaknya penggunaan kuota dan lain-lain. 

"Kendala pertama tentu masalah jaringan internet. Transfer materi juga terbatas, tidak seperti yang diharapkan layaknya layaknya kuliah tatap muka," ujar Prof Khairil, Senin (19/4/2021). 

Prof Khairil menganggap kuliah online justru berdampak membebani Mahasiswa, terutama bagi mereka yang terbatas akses internetnya.

"Faktor ekonomi masih menjadi kendala utama. Penggunaan aplikasi dalam sekali pertemuan saja itu sudah menelan banyak biaya. Sekalipun ada bantuan kuota dari pemerintah, tetapi itu kan masih terbatas," ucapnya. 

Prof Khairil Khairil mengatakan, saat ini Perguruan Tinggi masih menunggu kebijakan dari kementerian untuk memulai pembelajaran tatap muka. 

Jika perkuliahan tatap muka diberlakukan kembali, Prof Khairil berharap kampus perlu mengukur kesiapan. 

Menurutnya, kombinasi belajar online-offline dapat menjadi pilihan untuk memulai perkuliahan tatap muka. 

"Saat ini ada 38 ribu sampai 40 ribu mahasiswa. Tidak harus semua mahasiswa masuk, tetapi bisa menerapkan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor stambuk. Ini juga untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19, kata Prof Khairil. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved