Breaking News:

Wacana Jokowi Bakal Reshuffle Menteri Berinisial M, Pengamat: Bukan Moeldoko atau Mahfud MD

Kabar reshuffle kabinet Indonesia Maju, nama menteri berinisial M diprediksi akan diganti. Namun menurut pengamat, bukan Moeldoko atau Mahfud MD.

tangkapan layar YouTube Sekretariatan Presiden
Presiden Joko Widodo dalam video yang diunggah oleh Sekretariatan Presiden, Jumat (19/3/2021). Terbaru, Kabar reshuffle kabinet Indonesia Maju, nama menteri berinisial M diprediksi akan diganti. Namun menurut pengamat, bukan Moeldoko atau Mahfud MD. 

Namun Agus menduga, gagasan tersebut akan diberikan kepada kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memiliki reputasi lebih di Indonesia.

"Saya enggak tahu Menteri Investasi itu diambil dari mana, tapi besar kemungkinan Kader PDIP yang memiliki reputasi soal itu," tandasnya.

Jokowi Dinilai Belum Tepat Untuk Lakukan Reshuffle Lagi

Usai meleburkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi satu, Jokowi berencana untuk melakukan reshuffle kabinet.

Hal itu disampaiakn oleh Tenaga Ahli Utama Kedeputian Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.

"Pekan ini (reshufflle), sangat bisa pekan ini," kata Ngabalin pada Selasa (13/4/2021).

Menanggapi isu tersebut, pengamat politik Universitas Paramadina Jakarta, Djayadi Hanan berpendapat, reshuffle dilakukan dalam waktu yang tidak tepat.

Baca juga: Usul 5 Menteri Ini Di-Reshuffle, Relawan Jokowi: Jangan Sampai Presiden Dianggap Tukang Bohong

Baca juga: Ngabalin Sebut Ada Reshuffle Kabinet Pekan Ini, Pengamat: Artinya Jokowi Gagal Dong

"Kalau reshuffle dilakukan dalam waktu dekat, itu berarti jaraknya baru tiga atau empat bulan dari reshuffle Desember lalu," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com.

Lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mereshuffle menteri pada Desember tahun lalu.

"Jadi belum cukup waktu untuk mengevaluasi kembali kinerja semua menteri," imbuh Djayadi.

Menurut Djayadi, waktu yang berdekatan untuk melakukan reshuffle menteri merupakan langkah yang kurang tepat.

Ia menganggap Presiden Jokowi belum mempunyai alasan yang mumpuni untuk merombak ulang kabinetnya sejak reshuffle terakhir akhir 2020 silam.

"Jadi selain kementerian baru yang perlu di isi, belum cukup alasan untuk mengevaluasi menteri-menteri lainnya," jelasnya.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, Lembaga Survei Rilis 15 Menteri yang Layak Diganti, Yasonna Urutan Pertama

Baca juga: Faktor Jokowi Reshuffle Kabinet, KSP Ungkap Jadwal dan Daftarnya: Otomatis Akan Ada Menteri Baru

Di sisi lain, Ngabalin membeberkan jika Presiden Jokowi akan melaksanakan reshuffle dalam waktu dekat dan cepat.

“Dari kebiasaan yang Bang Ali ikuti itu tidak lama. Presiden sangat independen, tidak ragu mengambil keputusan. Biasanya cepat," ujar Ngabalin.

Selain disatukannya kedua kementerian yakni Kemenristek dan Kemendikbud, alasan lainnya juga disampaikan oleh Ngabalin.

Politikus asal Fakfak Irian Barat ini mengatakan, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro telah menyatakan pamit dari kursi kementerian.

"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemedikbud," sambungnya.

Kemudian pembentukan kementerian baru oleh Presiden Jokowi juga menjadi alasan diadakannya reshuffle menteri.

(TribunPalu.com/Hakim)

Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved