Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Dishub Sulteng Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Idulfitri 2021: Mencegah Penyebaran Covid-19

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah minta masyarakat patuhi surat edaran Pemerintah pusat terkait larangan mudik idulfitri 2021.

TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Ilustrasi mudik 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah minta masyarakat patuhi surat edaran Pemerintah pusat terkait larangan mudik idulfitri 2021.

Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno mengatakan, larangan mudik merupakan upaya menekan Penyebaran Covid-19.

Sebab kata Sumarno, saat aktivitas mudik atau libur panjang berdampak pada kenaikan angka kasus Covid-19.

Sehingga pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengeluarkan edaran larangan mudik 6 sampai dengan 17 Mei 2021 mendatang.

"Karena tujuannya untuk mencegah penyebaran dan jangan sampai meningkat terus kasus Covid-19," ungkap Sumarno Rabu (21/4/2021) siang.

Baca juga: Prosedur Terbaru Pelaksanaan Seleksi Calon ASN dengan Metode CAT BKN, Ada Perubahan

Baca juga: Cari Rujak Enak dan Terhits di Kota Palu? Di Sini Tempatnya

Baca juga: Amien Rais Peringatkan Soal HRS Bisa Serukan Jihad, Refly: Mudah-mudahan Jadi Perhatian Hakim

Sementara laporan update Pusdatina Covid-19 Sulteng per 20 April 2021 menyebutkan, kasus positif COVID-19 sebanyak 11.921 orang.

Dan sembuh dari COVID-19 ada 10.964 orang.

Sedangkan pasien dalam perawatan berjumlah 639 pasien di Sulawesi Tengah.

Sebelumnya Pemerintah telah memutuskan untuk melarang aktivitas mudik lebaran tahun 2021.

Hal itu berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait di Kantor Kemenko PMK.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan larangan mudik lebaran tahun ini akan dimulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Tujuannya ialah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang tejadi sebelumnya yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan rapat koordinasi tingkat menteri maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan,” tegasnya saat konferensi pers usai rakor melalui media daring. (*)

Penulis: Moh Salam
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved