Breaking News:

Palu Hari Ini

DPRD Pohuwato Belajar Perda RT-RW di Pemkot Palu

Asisten satu Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu Moh Rifani mengatakan, RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota.

TRIBUNPALU.COM/ALAN
Pemerintah Kota Palu menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo di ruangan Bantaya, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota Palu menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo di ruangan Bantaya, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (21/4/2021) siang.

Kunjungan tersebut dalam rangka konsultasi pimpinan dan anggota Bapemperda DPRD Pohuwato terkait penyusunan rancangan Perda tentang pembentukan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) tingkat kelurahan.

Ketua Bapemperda DPRD Pohuwato Otan Mamu mengatakan, daerahnya merupakan kabupaten yang memiliki 13 kecamatan, 100 desa, dan tiga kelurahan.

"Sekaitan dengan adanya tiga kelurahan di kabupaten tersebut, pihaknya ingin menggali informasi terkait Perda pembentukan RT dan RW, apalagi kabupaten Pohuwato baru didirikan 18 tahun yang lalu," ujar Otan Mamu.

"Dari segi umur masih sangat muda sekali. Makanya kita harus banyak belajar. Nah kota Palu merupakan salah satu kota yang kita lihat sudah memiliki peraturan daerah berkaitan dengan itu,"katanya menambahkan.

Otan Mamu menyebutkan, pembentukan RT dan RW di kelurahan setempat baru masuk dalam tahap rancangan perundang-undangan, menuju tahap perampungan.

Sehingga pihaknya perlu mengunjungi beberapa daerah untuk mengetahu peraturan terkait pembentukan RT dan RW tersebut.

Asisten satu Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu Moh Rifani mengatakan, RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota.

Mereka bertugas untuk menjaga relasi antara masyarakat dengan pemerintah dan juga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya.

"RT dan RW ini kan hanya sebagai Mitra pemerintah kelurahan dia tidak di bawah kelurahan, posisi dan tugas RT dan RW ini salah satunya sebagai menjaga hubungan antara masyarakat dengan pemerintah dan masyarakat dengan masyarakat," jelas Rifani.

Dia menjelaskan, penyusunan rancangan Perda tentang pembentukan RT dan RW oleh Pemkot Palu telah diatur dalam Perda Nomor  2 tahun 2010 terkait kelembagaan masyarakat.

"Dalam Perda kami memang ada beberapa kelembagaan yang pertama itu lembaga masyarakat kemudian karang taruna, RT dan RW, pemggerak pramuka dan dewan adat diatur dalam Perda," tutur Moh Rifani (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved