Breaking News:

Palu Hari Ini

Satgas K5 Gerebek Tempat Penimbunan BBM di Duyu Palu, Lurah: Pemilik Tidak Mengantongi Izin

Pemerintah Kelurahan Duyu menindak lanjuti laporan masyarakat mengenai adanya penimbunan minyak tanah di salah satu rumah warga Jl Tagari Lonjo.

Handover
Pemerintah Kelurahan Duyu menindak lanjuti laporan masyarakat mengenai adanya penimbunan minyak tanah di salah satu rumah warga Jl Tagari Lonjo RW 05, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kelurahan Duyu menindak lanjuti laporan masyarakat mengenai adanya penimbunan minyak tanah di salah satu rumah warga Jl Tagari Lonjo RW 05, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

"Karena sebelumnya pada jumat (5/2/2021) lalu melalui Satgas K5 mendatangi dan mengingatkan agar membuat surat perizinan usaha namun hingga saat ini tidak ditindaklanjuti serta adanya keberatan dari pihak warga sekitar," ucap Lurah Duyu Ahmad Fauzan kepada TribunPalu.com, Kamis (22/4/2021) siang.

Ahmad Fauzan menambahkan, karena masih melakukan aksi penimbunan.

Pihak kelurahan kembali lagi untuk meminta kelengkapan surat izin serta pertimbangan teknis dari pihak dinas maupun Pertamina.

"Hasil temuan di lapangan bahwa usaha tersebut tidak mengantongi izin serta tidak memenuhi persyarakatan teknis," bebernya.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Palu Hari Ini, Kamis, 22 April 2021, Dilengkapi Doa Buka Puasa

Baca juga: Perkelahian Berujung Penikaman: Berpapasan di Kandang Kambing lalu Saling Tanya KENAPA?

Baca juga: Cek Penerima Bansos PKH, BPNT, dan Bansos Tunai di cekbansos.kemensos.go.id, Simak Caranya

Ahmad Fauzan mengatakan, anggota Polda Sulteng sudah meminta pihak Kelurahan Duyu menengur pelaku agar tidak lagi melakukan aksinya tersebut.

"Sehingga pihak Krimsus Polda Sulteng memberikan saran untuk menegur pihak pelaku usaha untuk menghentikan kegiatan penimbunan," kata Ahmad Fauzan.

Ahmad Fauzan menyebutkan, setelah mendapatkan saran dan rekomendasi dari Pertamina dan Polda Sulteng, pemilik usaha diminta mengosongkan tempat tersebut dan tidak mengulangi aktivitas penimbunan tersebut.

"Rekomendasi ini akan ditindaklanjuti dan pemilik usaha diberikan waktu untuk menggosongkan tempat dan tidak mengadakam aktivitas penimbunan BBM karena selain menyalahi aturan, juga membahayakan warga sekitar di mana bahan-bahan tersebut mudah terbakar," terang Ahmad Fauzan. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved