Breaking News:

Banggai Hari Ini

Bocah 13 Tahun Curi Uang Imam Masjid, Begini Pendapat Akademisi dan Tokoh Agama Banggai

Kasus pencurian uang milik imam masjid melibatkan anak berusia 13 tahun di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, mengundang keprihatinan sejumlah pihak

Handover
Anak berusia 13 tahun diamankan polisi karena mencuri uang milik imam masjid di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Senin (26/4/2021). 

Laporan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kasus pencurian uang milik Imam Masjid melibatkan anak berusia 13 tahun di Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mengundang keprihatinan sejumlah pihak.

Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk Sutrisno K Djawa menjelaskan, aksi nekat pelaku itu akibat beberapa faktor, seperti lingkungan keluarga pelaku yang tidak ditanamkan nilai-nilai agama sejak dini, penyakit kleptomania, pergaulan bebas, keinginan memiliki barang yang susah dijangkau, serta faktor ekonomi keluarga.

Penyakit Kleptomania adalah gangguan serius yang menyebabkan dorongan tak tertahankan untuk mencuri barang yang tidak diperlukan dan biasanya bernilai kecil.

Untuk bisa menyelamatkan pengaruh seperti itu terhadap anak-anak di Kabupaten Banggai, Sutrisno menilai, harus ada keterlibatan dan kolaborasi pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial, organisasi masyarakat (ormas), dan tentunya keluarga serta lingkungan untuk sama-sama bertanggung jawab dalam hal pembinaan dan kepedulian sosial.

Apalagi masa Covid-19 saat ini, lanjut dia, bisa menjadi faktor yang memberikan kontribusi dalam kehidupan sosial ekonomi.

“Kuncinya kolabarasi semua stakeholder dalam menanggulangi generasi kita ke depan. Gotong royong adalah contoh yang telah di-legasi-kan oleh orang-orang tua kita di kabupaten Banggai,” ujar Sutrisno kepada TribunPalu.com, Senin (26/4/2021) malam.

Baca juga: Bocah 13 Tahun di Banggai Curi Uang Imam Masjid, Sebagian Dibelikan Miras Cap Tikus

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palu dan Sekitarnya, Selasa 27 April 2021

Pandangan serupa juga datang dari tokoh agama di Kabupaten Banggai.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hikmah Luwuk KH Muhammad Muadz, Lc menyebutkan, perbuatan pelaku tidak terlepas dari pergaulan yang terlampau bebas, dan tidak ada kontrol orang tua, kontrol sosial, dan kontrol pendidikan atau sekolah.   

Apalagi, pelaku saat ini diketahui putus sekolah dan tidak lagi berada dalam bimbingan orangtua.

Halaman
12
Penulis: Asnawi Zikri
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved