Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

PO Cahaya Bone di Sulteng Harap Kelonggaran Larangan Mudik

Menurut Fardal, pengetatan dan pelarangan mudik mengakibatkan dua dampak dari sisi berbeda.

TRIBUNPALU.COM/ELA
Perwakilan Cahaya Bone Fardal Rakasiwi (kanan) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - Pemerintah pusat resmi melarang mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei medatang.

Terkait itu, Kordinator Perwakilan Cahaya Bone Fardal Rakasiwi menilai, Larangan Mudik berdampak bagi usaha jasa transportasi darat.

Pasalnya, pangsa pasar atau keuntungan dari jasa transportasi darat itu pada saat momentum mudik.

"Menjelang lebaran itu puncaknya penumpang dan pendapatan dari pengusaha jasa angkutan penumpang dan barang," ucap Fardal saat ditemui di kantor PO Cahaya Bone di Jl Kelinci, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Fardal, pengetatan dan pelarangan mudik mengakibatkan dua dampak dari sisi berbeda.

"Dari sisi negatif itu dengan adanya pengetatan dan Larangan Mudik pasti berpengaruh pada perusahaan-perusahaan jasa transportasi darat yang pastinya mengalami kerugian," ujar Fardal.

"Terus dari sisi positifnya itu, ya kita juga mendukung pemerintah supaya Covid-19 ini berakhir dan tidak ada lagi klaster terbaru karena pengaruh mudik," tuturnya menambahkan.

Fardal berharap pemerintah di Palu memberikan dispensasi terkait pelarangan mudik nantinya.

Tentunya kebijakan tersebut tetap mengacu pada protokol kesehatan.

"Kalau bisa kebijakan pemerintah ya bedakanlah dari provinsi di Jawa sana karena Jawa kan memang padat penduduk, jadi kalau bisa pemerintah palu ada kelonggaran, apakah dalam mengatur strategi," harap Fardal (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved