Kabinda Papua yang Gugur ditembak oleh KKB Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Kabinda Papua, I Gusti Putu Danny Nugraha Karya yang gugur ditembak oleh KKB dimakamkan di TMP Kalibata

kolase TribunPalu.com
Kabinda Papua, I Gusti Putu Danny Gugur Tertembak KKB di Papua 

TRIBUNPALU.COM - Kabinda Papua Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya dimakamkan pada Selasa (27/4/2021).

Ia gugur oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat meninjau lokasi di Kabupaten Puncak, Papua.

Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Dikutip melalui kanal YouTube Tribunnews.com, iring-iringan jenazah tiba di lokasi TMP sekitar pukul 09.40 WIB.

Prosesi pemakaman dijaga ketat oleh pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan BIN.

Sejumlah aparat keamanan gabungan menjaga di area sehingga awak media dilarang untuk melakukan peliputan saat prosesi pemakaman.

Baca juga: Video Detik-detik 5 Anggota KKB Cium Bendera Merah Putih, Tanda Kembali Setia ke NKRI

Diketahui, Kabinda Papua tersebut tewas setelah ditembak oleh KKB di bagian kepala.

Seusai peristiwa, jenazah Danny dievakuasi di Puskesmas Beoga.

Namun lantaran faktor cuaca yang buruk, dan jaringan komunikasi yang kurang lancar, jenazah baru dapat diterbangkan pada Senin (26/4/2021) pagi.

Sebelum dimakamkan, jenazah Danny disemayamkan di Balai Komando Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

Jenazah dibawa menggunakan helikopten milik TNI.

Kronologi kejadian hingga Kabinda Papua tertembak

Kejadian bermula saat aparat dalam perjalanan melaksanakan observasi lapangan dan menentukan lokasi titik penyergapan pasukan.

Saat itu Danny tengah melakukan patroli rutin di Kampus Dambet, Distrik Beoga, Puncak, Minggu (25/4/2021).

Saat itu, rombongan Kabinda Papua dihadang oleh KKB.

Kronologi Kabinda Papua I Gusti Putu Danny Gugur Ditembak KKB

Pengadangan ini terjadi ketika iring-iringan Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri tengah melakukan perjalanan menuju Kampung Dambet.

Kontak tembak keduanya tak terelakan.

Kabinda yang terlibat dalam aksi tembak-menembak pun gugur.

Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen Ignatius Yogo Triyono mengatakan, pelaku diduga anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Pihak TNI kemudian menaikkan pangkat Danny secara Anumerta menjadi Mayor Jenderal.

Kabinda Papua ditembak sekitar pukul 15.30 WIT pada Minggu (25/4/2021)

Atas insiden ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk memburu para pelaku.

KKB Kelompok Lekagak Telengen

Pelaku penembakan Brigjen Putu diduga KKB kelompok Lekagak Telengen.

Sepak terjang KKB Lekagak Telengen memang bukan cerita baru. KKB ini dianggap paling berbahaya di "Segitiga Hitam" Papua.

Siapa Itu Lekagak Telengen? Pimpinan KKB yang Tembak Mati Kepala BIN Papua

KKB Lekagak Telengen telah beroperasi sejak 2006 silam. Gerombolan ini kerap menebar teror di Kabupaten Puncak.

Seperti kompatriotnya Egianus Kogoya yang memimpin KKB di wilayah Kabupaten Nduga, Lekagak Telengen dan anak buahnya juga cukup licin dan selalu bisa menghindari kejaran aparat TNI dan Polri.

Pada awal tahun ini, tepatnya Jumat (18/1/2019), KKB Lekagak Telengen pernah terlibat baku tembak dengan aparat TNI di Puncak Papua. Dalam insiden itu, satu prajurit TNI gugur.

Menurut beberapa sumber, KKB pimpinan Lekagak Telengen adalah kelompok paling berbahaya di “Segitiga Hitam” Papua.

Istilah “Segitiga Hitam” Papua digunakan untuk merujuk wilayah yang mencakup Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Lanny Jaya.

Tiap-tiap wilayah tersebut kabarnya dikuasi oleh tiga kelompok bersenjata yang berbeda.

Berdasarkan catatan tribunmedan.com, KKB Lekagak Telengen ini pernah melancarkan serangan dua kali di wilayah Kabupaten Puncak Jaya medio Januari 2014 silam.

Serangan pertama mengakibatkan satu warga sipil tewas, atas nama M. Halil, seorang tukang ojek asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada serangan kedua, KKB Lekagak Telengen ini menembaki pesawat milik Susi Air jenis Pilatus dengan nomor lambung PK VVV.

Pesawat ini ditembaki ketika mendarat di Bandara Mulia, Puncak Jaya.

Kombes Patrige Renwarin, saat menjabat Kabid Humas Polda Papua, menyebutkan, KKB Lekagak Telengen sudah beroperasi sejak 2006 lalu.

Kelompok ini dikenal sering melakukan penjarahan terhadap warga setempat.

Pada 2016, KKB pimpinan Lekagak Telengen menyerang karyawan PT Modern yang sedang mengerjakan proyek jalan trans-Papua di Kabupaten Puncak, Papua.

Dalam aksi yang terjadi pada Selasa, 15 Maret 2016 itu, empat orang tewas. Teridentifikasi bernama Anis, David, Andi, dan Daud.

Saat itu, ada tujuh orang yang sedang bekerja mengerjakan proyek jalan trans-Papua. Tak lama kemudian, datang sejumlah orang melakukan kekerasan dan penganiayan.

Seperti diberitakan, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021).

(TribunPalu.com/DindaNalifa)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved