Breaking News:

Bukan Petugas Bandara Soekarno-Hatta, Ternyata Ini Orang yang Loloskan WNI dari India

Dua pelaku yang meloloskan penumpang pesawat asal India dari prosedur karantina ternyata bukan petugas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Handover
Ilustrasi - Warga Negara India yang sedang menunggu kepulangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/4/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Dua pelaku yang meloloskan penumpang pesawat asal India dari prosedur karantina ternyata bukan petugas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta.

Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19 M.A Silaban mengatakan, dua oknum yang terlibat kasus tersebut hanya mengaku-ngaku sebagai petugas bandara.

"Diduga kedua oknum itu, yang di sejumlah pemberitaan berinisial S dan RW, adalah pihak berkepentingan dengan instansi lain di bandara. Oleh karena itu mereka memiliki kartu pas bandara, dan mereka tidak bertanggung jawab, tapi justru melakukan penyalahgunaan kartu pas bandara,” ujar Silaban dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/4/2021).

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi juga memastikan kedua oknum tersebut bukan petugas bandara.

Baca juga: 2 dari 135 WNI yang Baru Tiba dari India Positif Corona, Satgas Covid-19 Siapkan Kebijakan Khusus

Baca juga: Kengerian Tsunami Covid-19 di India, Krematorium Penuh hingga Tabung Oksigen Menipis

“Kami sudah melakukan pengecekan, dan memastikan bahwa dua oknum itu bukan petugas Bandara Soekarno-Hatta,” kata Agus Haryadi.

"Kami juga senantiasa meminta kepada seluruh petugas, baik dari AP II atau instansi lain yang berkepentingan di bandara agar selalu dapat mentaati peraturan dan menjaga nama Bandara Soekarno-Hatta,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, WNI berinisial JD disebut membayar sejumlah uang agar bisa lolos prosedur karantina Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Ia tidak melewati proses karantina setelah kembali dari India.

"Dia membayar Rp 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Pol Yusri Yunus dalam video yang diterima Kompas.com, Senin (26/4/2021) malam.

Halaman
12
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved