Breaking News:

Palu Hari Ini

Rapat Bareng Presiden Jokowi, Wali Kota Palu Diminta Waspadai Lonjakan Covid-19 Jelang Idulfitri

Negara tersebut berhasil menurunkan 10 ribu kasus per hari sejak bulan November hingga Januari dengan melakukan mikro lockdown.

TRIBUNPALU.COM/ALAN
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menjadi satu dari 10 wali kota yang diundang  mengikuti pengarahan Presiden Jokowi secara virtual di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta, Rabu (28/4/2021) pukul 13.33 Wita. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menjadi satu dari 10 wali kota yang diundang  mengikuti pengarahan Presiden Jokowi secara virtual di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta, Rabu (28/4/2021) pukul 13.33 Wita.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya kewaspadaan setiap kepala daerah dalam mengatasi lonjakan Covid-19 jelang libur panjang Idulfitri.

"Sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi maupun kabupaten dan kota yang bapak dan ibu pimpin, jangan sampai kehilangan kewaspadaan. Ikuti kurva-kurvanya. Begitu naik sedikit segera untuk ditekankan kembali agar terus menurun," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.

Selanjutnya, ia menyarankan untuk mencontoh India.

Baca juga: Jadi Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia Ingin Tingkatkan Investasi Guna Ekonomi yang Lebih Baik

Baca juga: Harga Cabai dan Daging Naik di Banggai, Dinas Perdagangan: Masih Normal

Negara tersebut berhasil menurunkan 10 ribu kasus per hari sejak bulan November hingga Januari dengan melakukan mikro lockdown.

"Namun kita ketahui bersama, terjadi lonjakan yang besar di India menjadi 350 ribu kasus aktif perhari," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan, jika ekonomi di Indonesia sudah terlihat menuju kondisi normal sejak Maret hingga April.

Sehingga ia optimis jika target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021 yakni 4,5 sampai dengan 5,5 persen bisa tercapai.

"Ini tergantung pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021. Artinya April, Mei, dan Juni ini sangat-sangat menentukan. Target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai. Kalau itu bisa tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan," terang Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengimbau kepala daerah se-Indonesia untuk menggunakan dana APBD dengan baik.

Karena yang namanya perputaran uang di sebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.(*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved