Breaking News:

Palu Hari Ini

Kontrak Huntara Palupi Berakhir, Lurah: Saya Sudah Minta Pengertian Pemilik Lahan

huntara bagi korban bencana gempa, likuefaksi dan tsunami di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu akan segera dimanfaatkan pemiliknya.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Muh Ruliansyah
TribunPalu.com/fandi_ahmat
Huntara Palupi berlokasi di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lahan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana gempa, likuefaksi dan tsunami di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu akan segera dimanfaatkan pemiliknya. 

Lurah Palupi Mansyur mengatakan, masa peminjaman lahan tersebut telah berakhir pada Desember 2020 lalu. 

"Batas peminjaman berakhir Desember 2020 lalu. Waktu itu tidak ada tanda tangan kontak antara pemilik lahan dengan pemerintah. Pemilik lahan tanpa pamrih meminjamkan sampai Desember 2021," ujar Mansyur, Rabu (28/4/2021). 

Mansyur mengungkapkan telah bertemu dan berdialog dengan pemilik lahan terkait persoalan tersebut.

Baca juga: Dinas PPKB Palu Lakukan Pendataan Keluarga, Petugas Turun Langsung ke Rumah Warga

Baca juga: Nama Menhan Prabowo Subianto Muncul dalam Sidang Suap Benih Lobster, Dahnil Anzar Buka Suara

Baca juga: Sukses Raih Piala Menpora, Persija Jakarta Justru Depak Pelatih Sudirman dari Jabatannya

"Saya sudah minta pengertian dari pemilik lahan, kebetulan warga saya. Jadi beliau tetap mengizinkan. Walaupun sebenarnya beliau ingin memanfaatkan lahan itu," ujarnya. 

Pantauan TribunPalu.com, kondisi Huntara Palupi saat ini cukup memprihatinkan.

Pasalnya, beberapa atap sudah mulai lapuk dan beberapa bilik dinding jebol. 

Seorang penyintas Nelfin (42) berharap pemerintah Kota Palu punya solusi untuk pengungsi di Huntara Palupi.

Besar keinginannya pemerintah segera menyediakan tempat baru untuknya bersama 30 kepala keluarga (KK) lainnya. 

"Saya sudah terdaftar sebagai penerima huntap dan ingin sebenarnya segera pindah. Beberapa fasilitas huntara di sini juga sudah rusak, tinggal kami saja yang terus memperbaiki," kata Nelfin.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved