Breaking News:

Banggai Hari Ini

Pangkalan Elpiji Nakal di Banggai, Dinas Perdaganan: Sudah Ada Disanksi

Pihaknya telah memberikan sanksi kepada oknum pangkalan 'nakal' yang sengaja menjual elpiji bersubsidi di atas HET.

TRIBUNPALU.COM/FANDY
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Banggai Hasrin Karim 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Banggai Hasrin Karim kesal dengan tindakan oknum pangkalan nakal yang diduga memainkan harga elpiji 3 kilogram hingga mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per tabung.

"Memang ada. Itu pangkalannya yang nakal. Makanya saya marah sekali di rapat dengar pendapat bersama DPRD Banggai lalu," kesal Hasrin Karim kepada TribunPalu.com, Kamis (29/4/2021).

Pihaknya telah memberikan sanksi kepada oknum pangkalan nakal yang sengaja menjual elpiji bersubsidi di atas HET.

Sanksi tersebut berupa pencabutan izin pangakalan.

"Sudah beberapa pangkalan disanksi," ucap Hasrin.

Baca juga: Pencairan BLT Telat, PMD Sulteng Terkendala Bantu Desa Tertinggal

Baca juga: Arif Gunawan Yakin BSI Masuk Daftar 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia

Pangkalan harus bertanggung jawab atas kelangkaan dan tingginya harga elpiji bersubsidi tersebut karena pendistribusian sesuai kuota, tapi anehnya bisa langka dan mahal.

Harga eceran tertinggi (HET) telah diatur dalam peraturan Gubernur Sulawesi Tengah nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan gubernur nomor 11 tahun 2014 tentang harga eceran tertinggi liquefied petroleum gas (LPG) tabung 3 kilogram di Sulawesi Tengah.

"Itu penjualan di HET atas pengetahuan agen atau tidak. Tapi yang disalahkan Dinas Perdagangan," kata Hasrin.

Hasrin menambahkan, stok elpiji 3 kilogram di Kabupaten Banggai masih mencukupi hingga lebaran Idulfitri nanti.

Apalagi Kabupaten Banggai mendapatkan bantuan atau kuota tambahan dari Kementrian ESDM.

"Masih cukup elpiji 3 kilogram," ucapnya.

Kabupaten Banggai memiliki 1.006 pangakalan dan 315 load order (LO) atau agen yang tersebar di 23 kecamatan.

Sementara stok elpiji bersubsidi dari pemerintah pusat mencapai 176.400 tabung (pengisian per bulan).

Sedangkan dalam setahun jumlah tabung dalam pengisian yakni 2.116.008 tabung.(*)

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved