Breaking News:

Indonesia Disebut Berisiko Alami Lonjakan Kasus Covid-19 seperti India, Ahli :3T & 3M Jangan Kendor

"Tetapi kita harus ada sisi bersyukurnya, kita lebih tahu dari pada India yang terus terang terlena," ungkap dr Tonang dalam program Panggung Demokras

YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), dr Tonang Dwi Ardyanto, menyebut Indonesia harus belajar dari kasus Covid-19 di India.

Tonang menyebut, risiko membludaknya kasus konfirmasi dan kematian akibat Covid-19 di India tidak menutup kemungkinan juga bisa mengancam Indonesia.

"Dengan berusaha mengambil sudut pandang positif, kita memang memiliki risiko untuk bisa seperti India."

"Tetapi kita harus ada sisi bersyukurnya, kita lebih tahu dari pada India yang terus terang terlena," ungkap dr Tonang dalam program Panggung Demokrasi Tribunnews.com, Rabu (28/4/2021).

Tonang menyebut, fenomena di India harus dicegah agar tidak terjadi di Indonesia.

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto dalam tayangan Panggung Demokrasi.
Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto dalam tayangan Panggung Demokrasi. (Tangkap layar Youtube Tribunnews.com)

"Kasus India kita jadikan musuh bersama, bukan Indianya, tapi fenomena di India kita jadikan musuh bersama supaya tidak terjadi di tempat kita."

"Kemarin kalau merasa pemerintah lamban, kurang sigap, kita lupakan dulu, yang penting ke depan jangan sampai mengulangi fenomena India," ungkapnya.

Cara yang bisa dilakukan, lanjut Tonang, ialah kembali menggalakkan 3T (testing, tracing, treatment) dan 3M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak).

"Jelas sekarang setelah beberapa bulan pemerintah kendor testing tracing, kita giatkan lagi. Masyarakat yang kendor 3M, kita giatkan lagi."

"Nanti vaksinasi tetep jalan, 3T 3M kita jalankan, yang kita punya ini," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved