Breaking News:

Banggai Hari Ini

Jembatan Putus di Banggai, Ratusan Warga Lobu Bertaruh Nyawa Nyebrang Sungai Pakai Rakit

Ratusan kepala keluarga di Desa Balean dan Bahingin,Kabupaten Banggai, rela mempertaruhkan nyawa demi menjalankan aktivitas keseharian.

Handover
Aktivitas warga di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai menyebrang sungai pakai rakit, Jumat (30/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI — Ratusan kepala keluarga di Desa Balean dan Bahingin, Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah rela mempertaruhkan nyawa demi menjalankan aktivitas keseharian.

Sebab jembatan penghubung ke pusat kecamatan Lobu putus akibat tergerus banjir beberapa tahun lalu, sehingga warga harus menyebrang sungai selebar hampir 50 meter itu menggunakan rakit.

Rakit yang terbaut dari bambu dan papan seadanya ini disewakan, bisa mengangkut sepeda motor.

Babinsa setempat, Kopda Jeki Ajabae, langsung turun tangan mengimbau masyarakat dan penyedia jasa rakit agar selalu waspada, apalagi sungai itu rentan meluap meski hujan dengan intensitas sedang.

Dia mengaku, akses jalan menuju desa lainnya sempat terputus karena jembatan penghubung ambruk tergerus banjir.

Aktivitas warga di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai menyebrang sungai pakai rakit, Jumat (30/4/2021).
Aktivitas warga di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai menyebrang sungai pakai rakit, Jumat (30/4/2021). (Handover)

Baca juga: KKB Ditetapkan jadi Teroris, Ini Kata Gubernur Papua: Kekhawatiran Stigma hingga Konsultasi DK PBB

Baca juga: Rencana Pembelajaran Tatap Muka 3 Mei 2021 Dibatalkan, Berikut Penjelasan Disdikbud Palu

Baca juga: Nasehat Rektor IAIN Palu: Jadikan Alquran Sebagai Petunjuk Hidup

Ada akses jalan lainnya tapi harus menempuh jarak hingga berkilo-kilo meter, itupun melewati jalan rusak.

“Maka dari itu sebagai sarana penyebrangan, masyarakat menggunakan rakit bambu untuk menyebrang,” ungkap Kopda Jeki, Jumat (30/4/2021).

Bersama masyarakat saat menyebrang, Kopda Jeki meminta peran meminta masyarakat tetap siaga, dan memantau kondisi air sungai apabila diguyur hujan intensitas sedang maupun tinggi.

Desa Balean dihuni 167 kepala keluarga, sedangkan desa Bahingin sebanyak 87 kepala keluarga. (*)

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved