Breaking News:

KKB Papua

Murka KKB Disebut Teroris, Benny Wenda Tantang Jokowi Duduk Bersama Selesaikan Masalah

Keputusan Pemerintah Indonesia melabeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi teroris membuat murkan Benny Wenda.

Penulis: Miranti | Editor: Muh Ruliansyah
bbc.com
Tokoh separatis Papua, Benny Wenda. 

TRIBUNPALU.COM - Keputusan Pemerintah Indonesia melabeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi teroris membuat murka Benny Wenda.

Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) itu menyebut kebijakan Pemerintah Indonesia tersebut telah mencoreng perjuangan rakyat Papua.

Benny Wenda menilai justru Indonesia yang telah melakukan tindakan terorisme selama hampir 60 tahun di Bumi Cendrawasih.

"Indonesia telah secara ilegal menginvasi dan menduduki negara kami selama hampir 60 tahun, melakukan genosida terhadap rakyat saya," katanya dilansir dari Morning Star, Jumat (30/4/2021).

"Invansi dan pendudukan ilegal adalah tindakan kriminal. Genosida adalah tindakan teroris. Perlawan terhadap ini sah dan perlu," tambahnya.

Baca juga: KKB Papua di Ujung Tanduk, Dua Pasukan Elit akan Gabung Satgas Nemangkawi, Salah Satunya Jago Sniper

Baca juga: Kabar Buruk buat KKB, Pasukan Khusus Burung Hantu akan Dilibatkan di Operasi Papua!

Baca juga: Komnas HAM Khawatir KKB Dilabeli Teroris Malah Menutup Jalan Damai, Janji Jokowi Ditagih

Benny Wenda pun bertanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal siapa yang sebenarnya telah melakukan invasi di Papua.

Ia menuding lebih dari 500.000 nyawa melayang akibat operasi Indonesia di Bumi Cendrawasih.

Bahkan ia menyebut Pemerintah Indonesia telah menghadirkan penderitaan bagi masyarakat Papua.

"Pertanyaan saya kepada Presiden Indonesia adalah: siapa yang menginvasi negara kami? Siapa yang telah membunuh lebih dari 500.000 pria, wanita, dan anak-anak? Siapa yang telah membuat lebih dari 50.000 warga sipil mengungsi sejak Desember 2018, yang menyebabkan kematian ratusan orang lagi?"ucapnya.

"Jelas bahwa negara Indonesia adalah kelompok teroris yang beroperasi di tanah saya. Kami tahu apa yang akan ditimbulkan oleh perintah ini: lebih banyak pembunuhan, lebih banyak penyiksaan, lebih banyak penderitaan rakyat saya," sambungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved