Breaking News:

Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Thamrin City dan Grand Indonesia, Sasar Pegawai Toko

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau proses vaksinasi Covid-19 di dua mall besar ibu kota, Grand Indonesia dan Thamrin City.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Ananda Putri Octaviani
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
FOTO ILUSTRASI: Presiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi yang digelar di Thamrin City dan Grand Indonesia, Senin (3/5/2021). 

"Semoga sebelum 17 Agustus bisa jadi hadiah HUT RI, dengan semakin banyaknya jumlah masyarakat yang telah disuntik vaksin," tuturmnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Menkes Budi juga mengatakan jika program vaksinasi hanya memperkuat imun dalam tubuh saja.

Baca juga: BPOM Sebut Sebagian Besar Relawan Uji Klinik Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan

Baca juga: Nasionalisme Vaksin Covid-19 Meningkat, Jokowi: Kita Harus Tolak, Dukung Vaksin Multilateral

Baca juga: Pasien Covid-19 Baru Sembuh Tak Disarankan Suntik Vaksin, Simak Penjelasannya

Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan, yang tayang di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021), terkait rencana vaksinasi Covid-19.
Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan, yang tayang di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021), terkait rencana vaksinasi Covid-19. (Youtube/Sekretariat Presiden)

"Vaksinasi hanya memperkuat imun. Jadi tetap bisa tertular dan menularkan," ujarnya dalam konferensi pers yang tayang di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sehingga ia berharap agar ketertiban masyarakat Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan tetap dipatuhi.

“Tetap terjaga protokol kesehatan, jangan lupa untuk selalu memakai masker, selalu mencuci tangan, dan Please tolong jaga jarak waspada kita sudah baik keseimbangan sudah tercapai,” katanya.

Lebih lanjut, harapan tersebut diungkapkan Budi lantaran negara tetangga, India tengah mengalami kenaikan kasus sangat tinggi.

"India pernah mencatat sejarah penurunan drastis mencapai 5000 kasus setiap harinya.

Namun kini data terakhir yang kami dapat ada 349.000 kasus baru di India" ungkap Budi.

Menurutnya, lonjakan kasus di negara Anak Benua tersebut disebabkan oleh dua hal, yakni mutasi virus baru dan kendornya aturan protokol kesehatan.

"Pertama ada kasus mutasi baru dan kedua karena lengahnya protokol kesehatan di India," pungkas Menkes Budi.

(TribunPalu.com/Hakim)

 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved