Breaking News:

Anies Baswedan Terjunkan 5000 Personil Gabungan untuk Mengawasi Pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta

Sejak H-10 Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah bekerjasama dengan TNI/Polri untuk atasi kerumunan.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Lita Andari Susanti
Instagram/AniesBaswedan
Sejak H-10 Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah bekerjasama dengan TNI/Polri untuk atasi kerumunan. 

"Yang harus menjadi alert kita semua adalah 29 dari 34 provinsi mengalami kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan dalam tujuh hari terakhir," ujar Dewi dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara nasional yang dikutip TribunPalu dari laman Kompas.com.

Kenaikan itu terjadi di 29 provinsi yang dipantau sejak 20 hingga 27 April 2021.

Dengan adanya data tersebut, maka menunjukkan lebih dari 80 persen provinsi di Indonesia mengalami lonjakan mobilitas massa.

Sedang jumlah masyarakat yang pergi ke pusat perbelanjakan naik 14,82 persen.

"Jadi dalam rentang waktu 20 hingga 27 April semua orang sudah ke luar rumah dan banyak yang ke pusat perbelanjaan.

Dengan rentang kenaikan paling kecil adalah 2 persen, tetapi ada pula kenaikan paling tinggi 50,57 persen," ucap Dewi.

Baca juga: Pemerintah Bolehkan Mudik untuk Wiayah Banggai-Bangkep-Balut

Baca juga: Kasus Covid-19 Sempat Stabil, Satgas Covid-19 Tetap Larang Mudik dan Ajak Warga Jaga Prokes

Lebih lanjut Dewi menjelaskan berdasarkan hasil monitoring lapangan memang pusat perbelanjaan beroperasi, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Kalau kita lihat dari hasil monitoring di lapangan ketika pasar memang beroperasi, tetapi kepatuhan 3M, terutama memakai masker harus ditingkatkan kembali," pungkasnya.

Sementara itu lonjakan pengunjungterjadi di pusat perbelanjaan Tanah Abang Jakarta Pusat.

Sebagian besar pengunjung memang menggunakan masker, namun kerumunan tak bisa dihindari.

Bahkan mereka saling berdesak-desakan satu sama lain.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Bambang Gunawan mengimbau masyarakat agar berbelanja keperluan Hari Raya Idul Fitri melalui toko online saja.

Ia berharap agar masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi tradisi Hrai Raya Idul Fitri tahun ini yang masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Baca juga: 4 Hari Jelang Larangan Mudik, Pintu Keberangkatan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Lengang

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Mahasiswi Untad Sedih: Sudah Sembilan Tahun Tidak Bertemu Ibu

“Kita mengharapkan warga untuk bijak. Meskipun THR sudah cair dan berbelanja jelang lebaran adalah tradisi tiap tahun, namun penularan Covid-19 juga masih mengkhawatirkan.

Solusinya, tidak usah ke pasar, cukup berbelanja menggunakan teknologi saja, semua sudah tersedia sekarang di marketplace,” ujar Gunawan kepada wartawan yang dikutip TribunPalu dari laman Tribunnews.com, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, Gunawan mengatakan gelombang tsunami Covid-19 di India bisa menjadi pelajaran baik bagi Indoneisa.

Jika masyarakat masih nekat berbelanja di pusat perbelanjaan dan mudik ke kampung halaman, maka bisa jadi kasus positif Covid-19 pasca lebaran akan meningkat.

Sebaiknya masyarakat mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah terkain pengurangan mobilitas nasional.

“Meskipun dilarang mudik, bukan berarti dilampiaskan dengan ramai-ramai datang ke pasar.

Justru itu sama berbahayanya. Sebaiknya kita bijak, memilih diam di rumah, menghabiskan THR bisa dengan belanja daring, tanpa harus berdesak-desakan di pasar,” tutup Gunawan.

(TribunPalu.com/Hakim)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved