Breaking News:

Tanggapan Nasdem Soal Kemunduran Demokrasi di Indonesia Sejak Presiden Jokowi Sentuh Dunia Politik

Saiful Mujani menilai begitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki gelanggang politik, demokrasi di Indonesia sudah mengalami kemunduran terutama

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Irma Suryani Chaniago - Ketua DPP Partai NasDem [non-aktif] 

TRIBUNPALU.COM - Peneliti Politik sekaligus pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) Saiful Mujani menilai begitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki gelanggang politik, Demokrasi di Indonesia sudah mengalami kemunduran terutama dalam civil liberty, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berserikat.

Terkait hal itu, politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago kurang sependapat dengan pernyataan Saiful Mujani. Menurutnya harus ditelusuri kelompok mana yang sebenarnya mulai merusak tatanan Demokrasi di Indonesia.

"Pertama, Saiful Mujani harus tahu dulu akar permasalahannya, kelompok mana yang mulai merusak tatanan Demokrasi di Indonesia," ujar Irma, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Pemprov Sulteng Pastikan Stok Sembako dan BBM Aman hingga Idulfitri

Baca juga: Dishub Palu: Hanya Wilayah Aglomerasi dan Situasi Emergency yang Boleh Bepergian Ke Luar Kota

Baca juga: Update Corona Sulteng, Selasa 4 Mei 2021: Kota Palu Kembali Catat Tambahan Pasien Sembuh Terbanyak

Kedua, dia mengingatkan bahwa kelompok-kelompok yang ingin berkuasa dan menguasai indonesia dengan mengatas namakan agama, itulah yang sebenarnya merusak Demokrasi indonesia.

"Jokowi adalah martir dan korban mereka, karena mereka tidak suka sikap Jokowi yang menjunjung pluralisme dan tetap menjaga NKRI dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika-nya," kata Irma.

Oleh karenanya, Irma mengatakan sikap tegas memang harus diambil pemerintah terhadap oknum-oknum yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa sebelum terlambat.

Sebab, kata dia, menyelamatkan NKRI lebih penting daripada sekedar menanggapi kenyinyiran oknum-oknum yang bicara Demokrasi yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Tak Hanya di PAN, Fenomena Anak Durhaka atau Malin Kundang Juga Terjadi di Parpol Lain

"Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi pancasila, bukan Demokrasi liberal. Memahami Demokrasi hanya sebatas 'kebebasan' berpendapat tanpa didasari oleh Keadilan dan HAM menurut saya justru tdk demokratis, tapi justru dzalim dan pemaksaan kehendak atas nama kebebasan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, peneliti politik sekaligus pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) Saiful Mujani menilai begitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki gelanggang politik, Demokrasi di Indonesia sudah mengalami kemunduran terutama dalam civil liberty, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berserikat.

Baca juga: Apa Kabar Gaji dan THR ASN Bangkep? Sekda: Syarat Transfer Dana Sudah Dipenuhi

Baca juga: Masa Akhir Jabatan Herwin-Mustar, Banggai Terbaik Kedua di PPD 2021

Ia mengkritik terkait langkah yang dilakukan pemerintahan Jokowi dengan membubarkan FPI atau Hizbut Tahrir

Membubarkan dua ormas tersebut bagi orang yang memandang kebebasan sebagai indikator, kata Saiful, langkah tersebut bermasalah.

"Kalau mereka melakukan tindakan kriminal, ya tangkap saja, diadili, bukan membubarkan organisasinya. Demikian memang banyak kasus yang menunjukkan kebebasan sipil kita memang menurun," kata Saiful, dalam acara Tadarus Demokrasi Bertajuk Ekonomi dan Demokrasi yang digelar MMD Initiative pada Sabtu (1/5/2021).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demokrasi Indonesia Disebut Mundur Seiring Jokowi Masuk Dunia Politik, Begini Tanggapan Nasdem

Editor: Putri Safitri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved