Breaking News:

Babak Baru Kasus Sate Sianida di Jogja, Aiptu T Target Asli Pembunuhan Justru Terancam Mutasi

Purwadi menambahkan, sanksi kode etik bagi anggota kepolisian yang kedapatan berpoligami atau nikah siri sangat beragam.

Tribunjogja.com/Dok Polsek Sewon
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (kiri). Bandiman pengemudi ojol yang anaknya jadi korban. 

TRIBUNPALU.COM - Anggota penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta Aiptu T terancam dimutasi hingga penurunan pangkat jika terbukti telah menikah siri dengan NA, yang tak lain adalah tersangka dalam kasus kiriman paket sate beracun yang menelan korban meninggal bocah berinisial NFP.

Keputusan itu merupakan ketentuan berdasarkan kode etik anggota Kepolisian yang tidak diperkenankan untuk berpoligami.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwada wahyu Anggoro mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap Aiptu T di Polres Bantul.

Selama belum ada kepastian hasil pemeriksaan oleh penyidik tentang kebenaran Aiptu T yang menikah siri dengan NA, maka tim Provos belum dapat bertindak.

"Belum terbukti. Tunggu hasil riksa di Bantul dulu. Ketua RT setempat kan baru cerita," katanya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Terungkap! Pelaku Kasus Sate Sianida dan Target Pembunuhan Ternyata Sudah Menikah Siri

Baca juga: Analisa Cerdas Polisi Sukses Bongkar Identitas Pelaku Sate Berancun, Bentuk Lontong jadi Petunjuk

Purwadi menambahkan, sanksi kode etik bagi anggota kepolisian yang kedapatan berpoligami atau nikah siri sangat beragam.

Hal itu menurut Purwadi tergantung dari kasus serta alasan anggota tersebut melakukan nikah siri.

"Tergantung kasus dia nikah siri. Bisa nikah siri karena gak punya anak, bisa karena lain-lain," ungkapnya.

Purwadi pun tidak mengelak jika sanksi terberat bagi anggota polisi yang berpoligami bisa berupa mutasi hingga penurunan pangkat.

"Bisa juga seperti itu (penurunan pangkat)," tegas dia.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved