Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Bappeda Sulteng: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Begitu Juga Kemiskinan

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah, Covid-19 juga telah menyebabkan terjadinya anomali di sektor ekonomi. 

TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Ilustrasi kemiskinan 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sudah setahun lebih Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah

Sejak pertama kali merebak pada Maret 2020 lalu, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat hingga saat ini. 

Alhasil, terbaru Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 untuk mencegah terjadinya penularan. 

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah, Covid-19 juga telah menyebabkan terjadinya anomali di sektor ekonomi daerah Sulteng.

Pasalnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah selaras dengan tingginya angka kemiskinan

"Pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi angka kemiskinan juga meningkat. Seharusnya pertumbuhan ekonomi itu diimbangi dengan penurunan angka kemiskinan. Maka hal ini menjadi PR bagi pemerintah," ujar Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Sulawesi Tengah Moh Rivan Burase, Rabu (5/4/2021) siang.

Baca juga: Sosok CEO Air Super Jet Ari Azhari, Maskapai Baru Murah dan Sasar Milenial

Baca juga: Gugatan Soal AD/ART Demokrat Digugurkan, Kubu Moeldoko: Strategi Jenderal Lebih Baik dari Eks Mayor

Baca juga: Ini Besaran Biaya yang Harus Dikeluarkan Krisdayanti untuk Melakukan Suntik DNA Ikan Salmon

 Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Maret-September 2020, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah meningkat dari 398,73 ribu menjadi 403,74 ribu jiwa. 

Angka ini lebih tinggi 0,14 poin dari 12,92 persen menjadi 13,06 persen. 

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah berdasarkan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDRB) 2020 mencapai Rp 197.440,78 miliar, atau meningkat 6,29 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 185.740,09 miliar. 

Dari kategori penduduk, masyarakat pedesaan jadi penyumbang terbesar terhadap kemiskinan di Sulawesi Tengah sebesar 316,31 ribu jiwa. 

Peningkatan penduduk miskin ini juga selaras dengan kenaikan angka pengangguran mencapai 3,77 persen pada 2020 dibanding tahun 2019 di angka 3,15 persen. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved