Breaking News:

KKB Papua

Ketakutan Benny Wenda Soal Operasi Militer di Papua, Singgung Internet Putus hingga Pasukan Setan

Ketakuran Benny Wenda soal operasi militer di Papua hingga kirim peringatan keras ke dunia.

BennyWenda.org
Foto Benny Wenda diambil dari situs miliknya 

TRIBUNPALU.COM - Ketakutan Benny Wenda soal operasi militer di Papua hingga kirim peringatan keras ke dunia.

Ketua ULMWP yang mengklaim diri sebagai Presiden Papua Barat itu menyinggung soal internet putus di Papua beberapa waktu hingga dikirimnya Pasukan Setan.

Selain itu Benny Wenda juga menyebut tentang warga Papua Barat yang melarikan diri dari desa mereka dan pengerahan pasukan setan ke Nduga.

Berikut pernyataan lengkap Benny Wenda yang dikirim ke Tribunpekanbaru.com dan dimuat di situs UMLWP :

Saya mengeluarkan peringatan keras ini kepada dunia: operasi militer besar-besaran Indonesia, beberapa yang terbesar dalam beberapa tahun, akan segera terjadi di Papua Barat.

Internet terputus, ratusan tentara lagi dikerahkan, dan kami menerima laporan bahwa warga sipil Papua Barat melarikan diri dari desa mereka di Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Nduga.

Presiden Indonesia telah memerintahkan 'penumpasan' di Papua Barat.

Baca juga: Hotman Paris Pamer Hasil Tes Serologi, Imunitas di Atas 250 Usai Vaksin, Kini Siap Bertarung Hukum

Baca juga: Amalan dan Doa Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan, Perhatikan Tanda Datangnya Malam 1000 Bulan

Baca juga: 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan hingga Tanda Malam Lailatul Qadar

Ketua parlemen Indonesia mengatakan bahwa mereka akan 'membahas masalah hak asasi manusia nanti'.

Baru minggu lalu 400 tentara spesialis baru, yang dikenal sebagai 'pasukan setan', dikerahkan ke Kabupaten Nduga, di mana lebih dari 50.000 orang telah mengungsi sejak Desember 2018.

Matikan internet persis seperti yang terjadi pada Agustus-September 2019, ketika Indonesia menghentikan operasi.

Halaman
1234
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved