Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Disdikbud Sulteng Tetapkan 8 Sekolah Penggerak, Termasuk SLB Cahaya Nurani Palu

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan delapan Sekolah Penggerak di wilayahnya.

Penulis: Moh Salam
Editor: mahyuddin
handover
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan delapan Sekolah Penggerak di wilayahnya. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan delapan Sekolah Penggerak di wilayahnya.

Penetapan satuan pendidikan pelaksana program Sekolah Penggerak berdasarkan Surat Keputusan nomor 800.05/08.SEK/DIKBUD.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng Irwan Lahace menyebutkan, program Sekolah Penggerak ini sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1177/M tahun 2020 tentang program Sekolah Penggerak.

Selain itu hal tersebut juga berdasarkan Surat keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan nomor 2237/B.B2/KP.04.00/2021 tentang penetapan kepala sekolah pelaksana program Sekolah Penggerak.

"Jadi ada tujuh Sekolah Penggerak di Sulawesi Tengah dan satu Sekolah Luar Biasa," kata Kadisdikbud Sulteng Irwan Lahace, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Larangan Mudik, Guru Harus Turun dari Angkot Saat Ingin Mengajar, Ibu Dewan Lolos Tanpa Tes Covid

Baca juga: Kadis Perdagangan Banggai Rekomendasikan Cabut Izin Pangkalan Elpiji Nakal

Adapun Sekolah Penggerak jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) antara lain SMAN 4 Palu, SMAN 1 Moilong Banggai, SMAN 1 Nuhon Banggai, SMAN 7 Palu, SMAN Olahraga Tadulako Palu, SMAN 1 Batui Selatan Banggai dan SMAS GKLB Luwuk Banggai.

Dalam Sekolah Penggerak tingkat SMA, ada satu sekolah status swasta ialah SMAS GKLB Luwuk.

Sedangkan 6 sekolah lainnya berstatus Negeri.

Sementara Sekolah Penggerak jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) hanya ada satu yakni SLB Cahaya Nurani Palu dengan status sekolah swasta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) meluncurkan program Sekolah Penggerak, Senin 1 Februari 2021.

Program ini sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter.

Pada 2021-2020, Sekolah Penggerak akan menyasar 2.500 sekolah di 34 provinsi dan 111 kabupaten/kota, dimulai dengan pendaftaran peserta oleh kepala sekolah di daerah penyelenggara sebelum 6 Maret 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebutkan, Program Sekolah Penggerak bukanlah untuk memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, melainkan untuk mendorong transformasi sekolah negeri dan swasta untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved