Breaking News:

Perempuan 31 Tahun Ditemukan Tewas di Atas Kasur, Ada Baju Baru Lebaran untuk Anak-anaknya

Perempuan berusia 31 tahun ditemukan tewas di kamar kosnya di daerah Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (7/5/2021).

Penulis: Putri Safitri | Editor: Haqir Muhakir
KOMPAS.COM
Ilustrasi Tewas 

Dia menyebut, korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman Bong Lama Barutikung, Semarang Utara.

"Iya habis diotopsi langsung di makamkan. Jenazah tak dibawa ke rumah," jelas dia.

Menurutnya korban di mata para tetangga juga dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Korban berjuang menghidupi keluarga dengan bekerja keras.

"Kami mengenal almarhum sebagai pejuang rupiah sebab kalau andalkan uang dari suami yang bepenghasilan pas-pasan tak akan cukup," katanya.

Korban dikenal tetangga bekerja sebagai pemandu lagu.

Sebelum bekerja menjadi pemandu lagu korban sempat berjualan sosis bakar di depan rumah.

Pernah juga jualan agar-agar yang dititipkan di warung.

Korban juga pernah mendengar cerita dari korban pernah tertipu saat membuka usaha karaoke di SK.

"Korban kerja jadi pemandu sudah lama sejak punya anak ke tiga. Pernah juga jadi 'mami' di kawasan karaoke tersebut," katanya.

Meski kerja tak jauh dari rumah, korban terhitung jarang pulang ke rumah.

Biasanya korban pulang seminggu satu kali.

"Dulu saya sempat dekat saat korban masih di rumah setelah korban jadi pemandu dan jarang pulang ke rumah jadi agak berjarak," paparnya.

Sempat Terdengar Bunyi

Sahabat koban, Angel mengaku syok saat mengetahui Ratna meninggal di kamar kos nya.

Padahal menurut dia, korban sempat menulis status di WhatsApp pada pukul 03.12 WIB.

"Saya syok banget dengar korban meninggal dunia padahal korban terakhir bikin status pukul 03.12," paparnya kepada Tribunjateng.com.

Angel menjelaskan dari beberapa status whatsapp korban tampak korban banyak menerima pelanggan malam itu.

Hanya saja dia tak menyangka, tiba-tiba korban tak bernyawa dengan kondisi tersebut.

"Saya datang sudah banyak polisi jadi ga bisa melihat kondisinya," terangnya sambil menangis sesegukan.

Dia mengatakan, korban orang yang sangat baik.

Selain itu korban merupakan wanita penyayang dan bertanggung jawab.

Korban memiliki 6 anak masing-masing tiga cowok sisanya cewek.

Keenam anak tersebut paling besar 11 tahun paling kecil 2 tahun.

Korban juga memiliki satu anak angkat berusia 16 tahun.

"Almarhumah sangat penyayang terhadap anaknya sehingga bekerja menghidupi anaknya meski tanpa suami," terangnya.

Sementara itu penghuni kos lainnya, Margaretha Yoseva menjelaskan, korban sempat meminjam korek kepadanya pukul 02.00 WIB.

Setelah itu korban terdengar menyanyi di dalam kamarnya.

Selepas itu sekira pukul 04.00 terdengar suara gaduh sehingga dia keluar kamar.

"Saya keluar sudah melihat kamar korban penuh asap. Saya bilang ke penjaga kos lalu jendela dan pintu didobrak," katanya.

Dia melihat detail ke dalam kamar lantaran penuh asap.

"Ya normal saja ga ada suara gaduh," katanya.

Hal tersebut dibenarkan Kasatreskrim AKBP Indra Mardiana. Indra mengatakan, dari keterangan saksi, anak angkat korban masih sempat bertemu sekitar pukul 23.00 WIB sebelum korban ditemukan pada pukul 05.00 WIB.

Tetangga juga masih ada yang mendengar suara korban sekitar pukul 02.00 WIB.

"Saya ke sana ketemu anak angkat, dia masih dengan korban jam 23.00. Dia juga sempat membeli makan dan beberapa barang, ada celana anaknya untuk Lebaran, beras untuk diberikan," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Ratna Tewas di Kamar Kos, Ada Tumpukan Baju Lebaran untuk Keluarga, Jadi Pemandu Lagu untuk Hidupi 7 Anak",

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pemandu Lagu Tewas di Atas Kasur, Kerja Hidupi 7 Anak, Ditemukan Baju Baru Lebaran untuk Keluarga.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved