Breaking News:

AHY Dinilai Terlalu Menekan Jokowi Lewat Konflik Israel-Palestina, Pengamat: Mempermalukan SBY

Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai terlalu menekan pemerintahan Jokowi melalui konflik Israel-Palestina.

Instagram AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbuka puasa bersama Ulama di Kota Palu Senin (26/4/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai terlalu menekan pemerintahan Jokowi melalui konflik Israel-Palestina.

Bahkan AHY juga dianggap terlalu membandingkan rekam jejak SBY dan Presiden Jokowi dalam mengatasi krisis di Palestina.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif QSP (Qodari School of Politics) Muhammad Rahmad.

Menurut Rahmad sikap AHY ini justru akan mempermalukan SBY.

Baca juga: AHY Silaturahmi ke Anies Baswedan, Pengamat: Penjajakan Awal Menuju Pilpres 2024

Baca juga: AHY: Pintu Maaf Terbuka untuk Kubu Moeldoko, Tapi Mereka Tak Pernah Merasa Bersalah

"Demokrat kubu AHY tidak mengikuti perkembangan hubungan diplomasi Indonesia dengan Palestina dan dunia internasional. Indonesia secara gigih telah bicara ke OKI dan Dewan Keamanan PBB sebelum Demokrat kubu AHY bicara tentang Palestina," ujar Rahmad, yang juga juru bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Jumat (14/5/2021). 

Rahmad lantas menyebut sejumlah perhatian khusus yang diberikan Indonesia kepada Palestina. 

Kala itu, Indonesia menyampaikan bahwa rencana Israel untuk aneksasi wilayah Tepi Barat Palestina tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam proses perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas di kawasan

Indonesia juga telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan rencana Israel tersebut. 

Kemudian Presiden Jokowi di sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 PBB, tanggal (22/9/2020) lalu, telah menyampaikan pidato khusus tentang pentingnya Indonesia untuk terus konsisten memberikan dukungan kepada Palestina untuk mendapatkan hak-haknya. 

"Perhatian khusus Indonesia dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina juga ditunjukkan ketika Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB dan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020," kata Rahmad. 

Halaman
123
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved