Breaking News:

Pasar Simpong Terbakar

Lapak di Pasar Simpong Banggai Ludes Terbakar, 300 Pedagang Merugi

Mereka terpaksa harus menyelamatkan barang-barang berharga dari amukan si jago merah yang mengganas di pagi hari itu.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/NAWI
Kebakaran di Pasar Simpong, Jl Baru, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (13/5/2021). Sedikitnya 300 pedagang kehilangan tempat berjualan di pasar tersebut. 

Meski begitu, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki kasus tersebut.

Larangan Warga Tinggali Pasar

Di bagian tengah lods dan kios, ada sejumlah pedagang yang justru bermukim.

Padahal lapak Pasar Simpong tidak dibolehkan untuk ditinggali.

“Aturannya kan tidak boleh dihuni. Habis jualan, tutup lapak, lalu kembali ke rumah masing-masing. Tapi di dalam itu, di tengah-tengah itu, sudah langsung jadi tempat tinggal dan lengkap dengan tempat karaoke,” jelas seorang pedagang Baharuddin L Agi.

Kata dia, belum ada ketegasan pemerintah untuk menertibkan para pedagang yang menjadikan lapaknya sekaligus tempat tinggal.

Baharuddin menambahkan, kebakaran itu adalah musibah tersebar di Pasar Simpong setelah 2011 silam.

Bahkan kebakaran terbesar di Kabupaten Banggai.

“Dulu tahun 2011 ada kebakaran besar juga di Pasar Simpong, tapi tidak sebesar ini,” tuturnya.

Hingga Kamis sore, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk menjelaskan kronologis lengkap maupun kerugian yang dialami pedagang.

300 Pedagang Merugi

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Simpong, Dinas Perdagangan Banggai Suandi Daud mengungkapkan, ada 66 petak, 200 los, 6 pemukiman, 6 ruko, dan kantor UPT Pasar Simpong yang ludes dilalap si jago merah.

Belum lagi dihitung lapak-lapak pedagang yang berjualan di tepi jalan.

“Jadi ada sekitar 300 pedagang yang kini kehilangan tempat jualan,” beber Suandi saat ditemui TribunPalu.com, di lokasi kejadian.

Ada dua hydrant pemadam kebakaran yang dipasang di dalam area Pasar Simpong, namun tidak berfungsi dengan baik.

Sehingga saat kebakaran terjadi, pedagang hanya mengandalkan armada pemadam kebakaran yang juga terbatas fasilitas.

“Ada dua hydrant, tapi slang-nya saja sudah bocor-bocor,” ungkap Suandi.

Kerugian akibat kebakaran kata dia, belum bisa ditaksir berapa jumlahnya, namun dipastikan mencapai miliaran rupiah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved