Breaking News:

Mudik Lebaran

Polisi Masih Putar Balikkan Pemudik di H+1 Lebaran, Simak Dua Rencana Kemenhub Atasi Arus Balik 2021

Meskipun sudah dilakukan penyekatan oleh pihak kepolisian untuk arus mudik 2021, hingga H+1 lebaran masih didapati masyarakat yang nekat mudik.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin
FOTO ILUSTRASI: Penyekatan arus mudik 2021 

"Kami mengusulkan dua hal utama untuk mengatasi arus balik mudik lebaran tahun ini," ujarnya saat konferensi pers berlangsung.

Untuk usulan yang pertama, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menunda kepulangan sejenak.

Hal ini disebutkan Menteri Budi lantaran jika tetap balik maka akan terjadi kerumuman dalam suatu tempat.

"Pertama kami usulkan untuk menunda kepulangan, agar tidak bertemu dalam satu tempat," sambungnya.

Kemudian yang kedua, pihaknya meminta untuk dilakukan tracing yang lebih intensif terhadap para pemudik yang sudah kembali ke kota-kota besar.

Ia meminta tracing difokuskan pada pemudik yang berasal dari kota-kota besar seperti Madiun, Ngawi, Solo, Jogja bahkan Jakarta.

"Kedua kami meminta untuk dilakukan tracing yang intensif dnegan konsentrasi pemudik terbesar, seperti Madiun, Ngawi, Solo, Jogja, Semarang bahkan Jakarta," ungkapnya.

Menteri Budi juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberikan fasilitas vaksin gratis kepada masyarakat pengguna jalur darat yang baru saja balik dari kampung halaman masing-masing.

"Kami harap Menkes bisa memberikan vaksin gratis untuk mereka yang menggunakan jalur darat," ujarnya.

Baca juga: Menteri Perhubungan: Larangan Mudik 6 hingga 17 Mei 2021 Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

Berdasarkan data yang sudah diperoleh oleh Kemenhub, akan ada sekitar 22 persen atau sekitar 3,6 juta pemudik yang kembali ke kota besar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved