Leicester City Menangkan Piala FA, Jamie Vardy Sebut Kembalinya Fans Ikut Membantu Timnya

Menanggapi hasil apik ini, Jamie Vardy mengaku piala tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya.

lcfc.com
Jamie Vardy merayakan kemenangan Piala FA 

TRIBUNPALU.COM - Kabar gembira dirasakan oleh semua pendukung Leicester City setelah The Foxes untuk pertama kalinya dalam sejarah meraih gelar piala FA pada sabtu (15/5/2021).

Leicester City sendiri mencatatkan lima kali dalam sejarah klub berhasil lolos ke final, namun baru kali ini mereka berhasil mengangkat trofi Piala FA usai menang 1-0 atas Chelsea.

Menanggapi hasil apik ini, Jamie Vardy mengaku piala tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya.

"Sungguh luar biasa, perasaan yang luar biasa," katanya seperti yang dikutip Tribunpalu.com dari LCFC TV .

Bagi Vardy, gelar ini juga terasa spesial karena bisa dirayakannya bersama fans yang kembali memadati Stadion Wembley pada laga akhir pekan ini.

"Saya tahu tidak semua pendukung kami bisa ke sini (Wembley) , tetapi 6.000 hingga 6.500 penggemar Leicester di sini bersama kami dan suara berisik yang mereka buat menyemangati kami, itu membuat perasaan bahagia ini menjadi semakin istimewa." pungkas striker peraih Sepatu Emas Liga Premier 2019/20 tersebut.

Baca juga: Hasil Piala FA - Leicester City Jadi Jawara Usai Kandaskan Chelsea 0-1

Baca juga: Final Liga Champions Manchester City vs Chelsea: Adu Strategi False Nine dan Counter Attack

Vardy juga turut mengkomentari jalannya laga final menghadapi Chelsea yang dihadapinya.

Terlepas dari dominasi Chelsea di babak pertama, pasukan Brendan Rodgers tampil berani di babak kedua dan mereka pun berhasil membalikkan keadaan.

"Mereka memberi banyak tekanan pada kami, tetapi anda bisa melihat bahwa kami bertahan sebagai tim bersama, bertahan dengan tegas, dan mereka masuk pada akhirnya, tetapi itu offside," tambah Vardy.

"Jadi, itu memberi tahu saya bahwa kami telah menahan garis pertahanan kami dengan sangat baik, dan kemudian melihatnya sampai akhir, dan mendengarkan peluit penuh waktu, itu perasaan yang luar biasa."

Jalannya pertandingan

Chelsea dan Leicester City sama-sama bermain disiplin sejak wasit Michael Oliver memulai babak pertama.

Permainan tim dan pertahanan rapat yang diampilkan kedua kubu membuat laga masih nihil percobaan saat waktu memasuki menit ke-15.

Menit ke-23 Chelsea berhasil membuat sebuah peluang.

Mason Mount yang sukses membawa bola hingga ke depan kotak penalti Leicester City langsung melepaskan sepakan kaki kiri begitu mendapat sedikit ruang tembak.

Namun, sepakan Mason Mount yang dibuat dari luar kotak penalti itu membentur kaki bek Leicester City, Wesley Fofana, sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru untuk Chelsea.

Di tengah pertandingan, tepatnya menit ke-34, Leicester City terpaksa melakukan pergantian dini setelah bek mereka, Jonny Evans, mendapat masalah di kakinya sehingga harus ditarik keluar dan digantikan oleh Marc Albrighton.

Kendati kehilangan sosok senior di lini belakang, Leicester City tetap mampu menampilkan pertahanan kokoh yang memaksa Chelsea mati kutu ketika sampai di area pertahanan The Foxes.

Namun, bukan Leicester City saja yang seperti itu.

Chelsea juga bertahan dengan baik dan sukses mematahkan serangan yang dilancarkan oleh lawannya.

Pertahanan yang rapi itu secara tidak langsung membuat kiper dari kedua tim, Kepa Arrizabalaga dari Chelsea dan Kasper Schmeichel dari Leicester City seakan magabut alias makan gaji buta sepanjang babak pertama lantaran tidak ada percobaan yang memaksa mereka untuk bekerja.

Chelsea dan Leicester City bermain jauh lebih terbuka di babak kedua.

Pada menit ke-53, tembakan tepat sasaran pertama pada pertandingan ini tercipta.

Umpan silang yang dikirim N'Golo Kante dari sisi kanan penyerangan Chelsea diteruskan ke arah gawang oleh Marcos Alonso dari dalam kotak penalti Leicester City.

Sundulan itu mengarah tepat di sisi tengah, namun dapat diamankan dengan mudah oleh Kasper Schmeichel.

Sepuluh menit setelahnya giliran Leicester City yang melepaskan tembakan tepat sasaran.

Namun, tidak sekadar sepakan yang mengarah ke gawang, tembakan ini juga menggetarkan jala Chelsea alias membuahkan gol untuk Leicester City.

Gol tersebut dicetak oleh gelandang mereka, Youri Tielemans pada menit ke-63.

Setelah menerima umpan pendek dari Luke Thomas, Youri Tielemans langsung menggiring bola ke sisi tengah.

Saat melihat ruang tembak cukup terbuka, dia langsung melepaskan sepakan spekulasi dari luar kotak penalti menggunakan kaki kanan.

Tembakan Tielemans itu melaju kencang ke sisi kanan atas gawang Chelsea, dan Kepa gagal menghentikan upaya tersebut meski telah terbang untuk menggapai bola.

Menit ke-78 Chelsea hampir mendapatkan gol penyama kedudukan.

Umpan silang N'Golo Kante yang dikirim dari sisi kanan penyerangan disambut oleh Ben Chilwell menggunakan sundulan yang mengarah ke kanan bawah gawang.

Namun, tandukan Ben Chilwell itu belum mampu merobek jala mantan timnya tersebut karena masih dimentahkan oleh Kasper Schmeichel dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk Chelsea.

Chelsea berhasil menyamakan kedudukan saat waktu normal menyisakan satu menit saja lewat aksi Ben Chilwell.

Namun, gol tersebut dianulir. Pasalnya, setelah wasit meninjau ulang proses gol, lengan Chilwell berada lebih dekat dengan garis gawang lawan ketimbang bek Leicester.

Chilwell divonis offside ketika menyambut bola.

Tak ada gol tambahan dari kedua kubu meski ofisial keempat memberikan injury time sebanyak lima menit.

Dengan demikian, gol roket Tielemans menjadi satu-satunya gol pada pertandingan ini dan juga mengantarkan Leicester City keluar sebagai kampiun Piala FA untuk pertama kalinya.

Chelsea 0-1 Leicester City (Youri Tielemans 63')

Berikut ini susunan pemain Chelsea dan Leicester City

Chelsea (3-4-2-1): 1-Kepa Arrizabalaga; 2-Antonio Ruediger, 6-Thiago Silva, 28-Cesar Azpilicueta (20-Callum Hudson-Odoi 76'); 3-Marcos Alonso (21-Ben Chilwell 68'), 5-Jorginho (29-Kai Havertz 75'), 7-N'Golo Kante, 24-Reece James; 19-Mason Mount, 22-Hakim Ziyech (10-Christian Pulisic 68'); 11-Timo Werner (18-Olivier Giroud 82')

Pelatih: Thomas Tuchel

Leicester City (3-4-1-2): 1-Kasper Schmeichel; 3-Wesley Fofana, 6-Jonny Evans (11-Marc Albrighton 34'), 4-Caglar Soyuncu; 33-Luke Thomas (5-Wes Morgan 82'), 25-Wilfried Ndidi, 8-Youri Tielemans, 27-Timothy Castagne; 17-Ayoze Perez (20-Hamza Choudhoury 82'); 9-Jamie Vardy, 14-Kelechi Iheanacho (10-James Maddison 68')

Pelatih: Brendan Rodgers

Wasit: Michael Oliver

Artikel ini sudah ditayangkan di Bolasport.com dengan judul Hasil Piala FA - Gol Roket Antar Leicester Juara dan Benamkan Chelsea

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved