Banggai Hari Ini

Cerita 3 Petugas Pemulasaran di Banggai, Hari Lebaran Tetap Urus Jenazah Pasien Covid-19

Cerita 3 Petugas Pemulasaran di Banggai, Hari Lebaran Tinggalkan Keluarga Demi Urus Jenazah Pasien Covid-19.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Cerita 3 Petugas Pemulasaran di Banggai, Hari Lebaran Tinggalkan Keluarga Demi Urus Jenazah Pasien Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Lebaran Idulfitri 2021 menjadi momen berkumpul bersama keluarga.

Namun tidak bagi petugas pemulasaran jenazah Covid-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Di hari lebaran, Kamis (13/5/2021) lalu, tiga orang petugas pemulasaran harus mengurus salah satu jenazah pasien Covid-19 di RSUD Luwuk.

Mereka adalah Deden kusmaya, Sumitro Sindali, dan Abdulrahman Uloli.

Cerita 3 Petugas Pemulasaran di Banggai, Hari Lebaran Tinggalkan Keluarga Demi Urus Jenazah Pasien Covid-19.
Cerita 3 Petugas Pemulasaran di Banggai, Hari Lebaran Tinggalkan Keluarga Demi Urus Jenazah Pasien Covid-19. (Handover)

“Kami ada 3 orang saja yang kerja. Kami yang beragama muslim 2 orang,” tutur Deden Kusmaya kepada TribunPalu.com, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Kronologi Eks Pemain Timnas Indonesia U-19 Diduga Lecehkan Perempuan, Korban Ngaku Dipaksa Berciuman

Baca juga: Eks Pemain Timnas Indonesia U-19 Nekat Lecehkan Perempuan, Ketum PSSI: Selesai Karir Kamu

Dia mengaku, mereka tetap kerja saat ada pasien Covid-19.

Di hari lebaran lalu, ada seorang pasien Covid-19 asal Kecamatan Luwuk yang dinyatakan meninggal, dan dikuburkan di tempat pemakaman khusus di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara.

“Sebenarnya yang muslim libur, tapi ketika ada kasus jenazah Covid-19 maka masuk piket,” kata Deden.

Semenjak bertugas sebagai petugas pemulasaran jenazah Covid-19, Deden telah siap menerima konsekuensi, yaitu harus rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga di momen – momen penting.

“Merayakan lebaran harusnya bersama keluarga, tapi karna ada jenazah Covid-19 maka lebih memilih mementingkan tugas dan tanggung jawab yang dijalankan secara profesional,” kata jebolan Akademi Keprawatan (Akper) Luwuk tersebut.

Di RSUD Luwuk, dia bersama rekan-rekannya hanya bertugas sebagai petugas forensik hingga sampai pemulasaran jenazah Covid-19.

Sedangkan untuk proses pemakaman ada tim relawan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.

“Dulu kita juga yang merangkap sampai ke pemakaman, tapi kecapean juga makanya Dinkes bentuk tim relawan untuk penguburannya,” tutur pemilik akun instagram @dedenkusmaya, itu.

Baca juga: Banjir Rendam Lahan Pertanian di Bungku Utara, Polisi Bantu Selamatkan Hasil Panen Petani

Baca juga: Sekjen PBB Turun Tangan, Israel Dipaksa Hentikan Serangan ke Palestina untuk Hindari Akibat Fatal

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved