Banggai Hari Ini

Ditolak Masyarakat, Berikut Prospek Investasi Nikel di Mata Bupati Banggai

Masyarakat terus menyuarakan penolakan terhadap masuknya investasi nikel di berbagai kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Salah satu perusahaan pertambangan nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Masyarakat terus menyuarakan penolakan terhadap masuknya investasi nikel di berbagai kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Alasannya karena investasi mineral tersebut dinilai tak ramah lingkungan, dan akan mendatangkan kesengsaraan bagi masyarakat.

Lalu bagimana dengan pendapat Bupati Banggai Herwin Yatim tentang prospek pertambangan nikel ke depan, terutama yang akan masuk di wilayah ‘Kepala Burung’?

Wilayah Kepala Burung terdiri dari Kecamatan Bualemo, Balantak Utara, Balantak, Balantak Selatan, Mantoh, Lamala, dan Masama.

Baca juga: Pamit ke Istri Ambil Uang di Poboya, Warga Loli Tasiburi Sudah 8 Hari Dikabarkan Hilang

Baca juga: Sekdaprov Sulteng Pimpin Sidak ASN, Pastikan Pegawai Tidak Mudik Lebaran

Bupati Herwin menyatakan, pihaknya saat ini masih menjajaki pembangunan smelter di Kabupaten Banggai.  

Ada tiga syarat yang harus dituntaskan untuk memuluskan investor smelter ke daerah ini.

Pertama adalah perubahan tata ruang.

Menurut Bupati Herwin, pihaknya sedang mengusulkan perubahan tata ruang di wilayah ‘Kepala Burung’ menjadi kawasan industri.

“Perubahan tata ruang dari pertanian, perkebunan, dan perikanan di wilayah Bualemo dan Balantak Utara itu bisa meningkatkan kesejahteraan. Kalau tata ruang tidak dirubah, bagaimana bisa membangun smelter,” papar Bupati Herwin kepada TribunPalu.com di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dia mengaku, kandungan nikel ore itu paling banyak berada di wilayah Bualemo dan Balantak Utara.

Namun harus didukung dengan perubahan tata ruang agar beberapa perusahaan pertambangan nikel di Kabupaten Banggai bisa bersatu dan membangun smelter.

Syarat kedua, tersedianya sumber energi listrik.

Dua  tahun lalu, kata Herwin, investor PLTMG berkapasitas 40 MW tidak memasukkan wilayah Kepala Burung masuk dalam proyek tersebut.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved