Literasi Digital Nasional

Indonesia Cakap Digital, Masyarakat Sulteng Harus Miliki 8 Kompetensi Ini

Masyarakat era digital harus mampu mendesain pesan guna merangsang kreativitas pengguna teknologi

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
zurich-airport.com
ILUSTRASI akses internet. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - dr Citra Rosalyn Anwar menilai, masyarakat harus memiliki delapan kompetensi utama untuk berselancar di Dunia Maya.

Kedelapan kompetensi itu adalah akses informasi, kelola informasi, desain informasi,proses informasi, berbagi pesan, ketahanan diri, proteksi data dan kolaborasi.

Hal itu diutarakan dr Citra Rosalyn Anwar saat menjadi pemateri dalam peluncuran Literasi Digital Nasional yang berlangsung via Zoom.

Program Literasi Digital Nasional berlangsung secera online dan offline selama dua hari,  20-21 Mei 2021.

Untuk Kota Palu, Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut berlangsung offline di Swiss-Bellhotel, Jl Manonda, Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

"Kalau seperti kompetensi mengakses, masyarakat harus mampu mengeksplorasi media digital untuk mencari informasi, data dan pesan sesuai dengan kebutuhan,"kata Alumni Universitas Hasanuddin Makassar itu, Kamis (20/5/2021).

Menurutnya, masyarakat era digital harus mampu mendesain pesan.

Hal itu untuk merangsang kreativitas pengguna dalam pengguanaan teknologi digital.

"Jadi Masyarakat dalam era digital sekarang harus mampu memahami berbagai regulasi, kebijakan dan kode etik," katanya.

Perempuan Kelahiran Makassar 24 Oktober 1976 itu menyebutkan, kompetensi desain pesan berupa 3T atau tahu, tanggap dan tangguh.

Baca juga: Menteri Keuangan Potong Gaji ke-13 PNS Tahun Ini, Cek Besarannya

Baca juga: Peluncuran Literasi Digital di Sulteng, Masyarakat Diminta Tanggap dan Tangguh

Masyarakat dapat menerapkan regulasi dan kode etik serta rambu-rambu dalam mengembangkan sebuah pesan.

"Masyarakat harus tanggap, tanggapnya di sini mampu memproduksi sebuah konten sebelum disebarkan di dalam media sosial maupun dunia maya," tutur dr Citra Rosalyn Anwar.

Adapun kompetensi memproses pesan berupa verifikasi sumber data, informasi dan konten Digital.

Selain itu masyarakat harus mampu mengevaluasi data dan informasi serta konten-konten Digital.

"Dalam Kompetensi memproses pesan masyarakat harus cerdas dalam memverifikasi sumber data, menganalisa dan mengevaluasi data baik itu sifatnya informasi maupun konten digital," tutur dr Citra Rosalyn Anwar.

Peluncuran Literasi Digital Nasional dihadiri Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Kegiatan tersebut digelar serentak di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota via online dan offline.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved