Breaking News:

Pimpinan KPK Terbelah Akibat 75 Pegawai Tak Lulus TWK, Presiden Jokowi Beri Jalan Tengah

75 pegawai tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menjadi pemicu ricuh, sehingan para pimipinan KPK terbelah.

Editor: Putri Safitri
handover
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri 

TRIBUNPALU.COM - 75 pegawai tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menjadi pemicu ricuh, sehingan para pimipinan KPK terbelah.

Kini 75 pegawai KPK tersebut masih dinonaktifkan, namun beberapa pihak ingin melakukan pemecatan.

Meski Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa para pegawai yang tak lulus TWK tak bisa serta merta diberhentikan, namun para pimpinan KPK masih belum menentukan nasib Novel Baswedan dkk itu.

Para pegawai yang tak lulus TWK telah mengambil langkah melaporkan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas KPK dan Ombudsman RI.

Sementara sejumlah pihak mengkritik penonaktifan 75 pegawai yang tak lulus TWK itu.

Para pimpinan KPK dituding memakai TWK sebagai alat untuk menyingkirkan pihak-pihak tertentu di KPK.

Hal itu kemudian dibantah oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Ia menyebut hasil TWK diterima KPK dari BKN pada 27 April.

Sementara KPK baru mengumumkan jumlah pegawai tak lulus pada 5 Mei lantaran menunggu putusan MK atas uji materi UU KPK hasil revisi pada 4 Mei.

Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021). Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan kepada 75 pegawai KPK yang dinyatakan nonaktif setelah tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Firli menyebut hasil TWK ketika diterima langsung disimpan di brankas. Kemudian hasil TWK yang masih disegel, kata Firli, dibuka pada 5 Mei dengan disaksikan seluruh pimpinan KPK, Dewan Pengawas, serta pejabat struktural KPK.

”Tidak ada pejabat, pegawai 1 pun yang pernah membaca hasil TWK,” kata Firli saat konferensi pers pada Kamis (20/5/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved