Breaking News:

Perang 11 Hari Lawan Israel, Pemimpin Hamas Akhirnya Beberkan Jumlah Anggotanya yang Tewas

Perang 11 hari antara pasukan militer Israel dan kelompok penguasa Jalur Gaza Hamas telah berakhir.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Pasukan Hamas 

TRIBUNPALU.COM - Perang 11 hari antara pasukan militer Israel dan kelompok penguasa Jalur Gaza Hamas telah berakhir.

Pertumpahan darah di Jalur Gaza berakhir menyusul adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Kini di tengah situasi yang mulai kondusif, pemimpin Hamas Yahya Sinwar beberkan jumlah anggotanya yang tewas selama perang 11 hari melawan Israel.

Meski banyak prajuritnya yang menjadi korban jiwa, Yahya Sinwar menegaskan Hamas akan tetap melawan.

“Di masa mendatang, kami akan melakukan perlawanan rakyat yang maju, yang punggungnya akan dilindungi oleh perlawanan militer,” kata Yahya Sinwar.

Baca juga: Kendalikan Peredaran Sabu di Luar Tahanan, BNNP Sulteng Ciduk Napi Lapas Palu

Baca juga: Vivo V21 5G: Miliki Kamera Selfie 44 MP, Ini Keunggulan, Spesifikasi dan Harganya

Baca juga: Presiden Jokowi: Saya Masih Melihat Program Anggaran Negara yang Tidak Jelas Ukuran Keberhasilannya

"Kami ingin menyampaikan pesan kepada pendudukan dan dunia bahwa kami tidak membuat ancaman sembarangan, agar dunia tahu bahwa al-Aqsa memiliki orang-orang yang melindunginya."

Bahkan Yahya Sinwar, mengatakan dia akan menyambut Israel membunuhnya dalam serangan yang ditargetkan.

“Hadiah terbesar yang bisa diberikan Israel kepada saya adalah dengan membunuh saya,” katanya.

"Saya lebih suka mati sebagai martir karena F-16 daripada mati karena virus korona atau penyakit [lain],'' katanya.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, untuk kali pertama, Yahya Sinwar mengatakan 80 anggotanya tewas selama perang 11 hari dengan Israel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved