Breaking News:

Sambut Baik Bantuan Internasional, Hamas Janji Tak Akan Sentuh 'Satu Sen Pun' Dana Rekonstruksi Gaza

jadi kelompok berkuasa di Palestina saat ini, Hamas berjanji takkan menyentuh "satu sen pun" bantuan internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza.

Editor: Putri Safitri
Handover
Pasukan Hamas 

TRIBUNPALU.COM - Meski menjadi kelompok berkuasa di Palestina saat ini, Hamas berjanji takkan menyentuh "satu sen pun" bantuan internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza.

Setelah berhasil mengepung Jalur Gaza, Israel membombardir daerah kantong itu selama 11 hari.

Kepala sayap politik Hamas Yahya Sinwar, pada Rabu (26/5/2021) menjanjikan distribusi bantuan yang "transparan dan tidak memihak" sebagai bukti gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang diadakan untuk hari keenam.

"Kami menyambut baik upaya internasional atau Arab untuk membangun kembali Jalur Gaza," kata Sinwar, dikutip Tribunnews dari Al Jazeera.

"Saya menegaskan komitmen kami untuk tidak mengambil satu sen pun yang dimaksudkan untuk rekonstruksi dan upaya kemanusiaan," katanya.

"Kami tidak pernah mengambil satu sen pun di masa lalu."

Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. (MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

Baca juga: Penyesalan Israel Ledakkan Gedung 14 Lantai di Gaza: Kini Makin Dimusuhi Banyak Negara

Baca juga: Perang 11 Hari Lawan Israel, Pemimpin Hamas Akhirnya Beberkan Jumlah Anggotanya yang Tewas

Baca juga: 500 Lebih Anggota Demokrat dan Tim Sukses Pilpres Desak Joe Biden Hukum Israel

Pernyataan Sinwar datang sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menjanjikan bantuan negaranya dalam membangun kembali Gaza pada Selasa (25/5/2021).

Blinken menekankan bahwa bantuan itu tidak boleh menguntungkan Hamas, yang menguasai wilayah pesisir.

Rencana AS bekerja dengan Otoritas Palestina (PA), yang berbasis di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki dan dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas, mengurangi risiko memperkuat Hamas, yang dianggap sebagai "organisasi teroris" oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melambai saat meninggalkan Israel pada 26 Mei 2021 di Bandara Ben Gurion setelah kunjungannya ke Israel dan wilayah Palestina. (Alex Brandon / POOL / AFP)

Sinwar menyebut pernyataan Blinken ditujukan untuk memperluas kesenjangan antara Hamas dan PA.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved