Breaking News:

Universitas Tadulako

Hadiri Webinar Untad, Dina Sulaeman Imbau Warga Sulteng Hati-hati Sumbang Dana ke Palestina

Semangat solidaritas masyarakat diwujudkan dalam berbagai ekspresi, mulai dari aksi demonstrasi hingga penggalangan dana. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover
Pakar Geopolitik Timur Tengah Dina Y Sulaeman menghadiri webinar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pakar Geopolitik Timur Tengah Dina Y Sulaeman menghadiri webinar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad). 

Webinar bertajuk Mengenal Lebih Dekat Konflik Palestina-Israel dan Penegakan Hukum Internasional itu berlangsung Kamis (27/5/2021) malam. 

Dina menilai, konflik di Jalur Gaza telah menimbulkan semangat solidaritas masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah terhadap warga Palestina

Semangat solidaritas masyarakat diwujudkan dalam berbagai ekspresi, mulai dari aksi demonstrasi hingga penggalangan dana. 

Di tengah massifnya aksi galang dana, Dina pun meminta masyarakat berhati-hati dalam memberikan sumbangan untuk warga Palestina.

Baca juga: Total Donasi Palestina Rp 5 M tapi Serahkan Rp 1 M, Taqy Malik Diserbu Netizen Sisanya ke Mana?

Baca juga: Cek Lokasi Pedagang Atribut Palestina Terlengkap di Kota Palu

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran itu mengimbau agar sumbangan sebaiknya disalurkan melalui badan atau lembaga resmi. 

"Selidiki dulu jejak digital lembaga pengelola dana yang dituju. Ini untuk memastikan dana tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Sebaiknya salurkan ke lembaga yang telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia," ujar Dina Sulaeman. 

Dari hasil analisisnya, Dina menemukan adanya dana dari Indonesia justru jatuh kepada kelompok pemberontak di wilayah Timur Tengah, khususnya di Suriah. 

Wanita kelahiran Semarang 46 tahun lalu itu menyebut banyak rekam jejak memperlihatkan bahwa para pemberontak di Suriah pun mendapatkan dana atau sumbangan dari Indonesia. 

"Terdapat lembaga terindikasi menyalurkan bantuan ke kelompok-kelompok pemberontak, dan yang menggalang donasi sebenarnya justru adalah mereka sendiri,"ucap Dina. 

"Jejak digitalnya jelas dan bisa dilihat, seperti penyaluran dana ke Idlib Suriah. Padahal wilayah ini diduduki para milisi-milisi Al Qaeda," tuturnya menambahkan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved