Breaking News:

KKB Papua

KKB Papua Diam-diam Siapkan Rencana Berbahaya, BIN: Mereka Bermaksud Gagalkan PON

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua makin nekat menebar teror terhadap warga dan juga aparat keamanan.

Editor: Muh Ruliansyah
handover/tribunnews
Anggota KKB di Intan Jaya, Papua 

TRIBUNPALU.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua makin nekat menebar teror terhadap warga dan juga aparat keamanan.

Seolah tidak takut dengan keberadaan Satgas Nemangkawi yang terus membatasi pergerakan mereka, diam-diam KKB Papua telah merancang sebuah rencana berbahaya.

Kelompok pimpinan Lekagak Telenggen itu dikabarkan bakal membuat kekacauan selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Oktober mendatang.

Rencana mengagalkan PON itu mereka lakukan untuk mendapat perhatian dunia internasional.

Baca juga: Bos KKB Nekat Tantang TNI-Polri Perang di Muara, Kapolda Papua: Kalau Dia Turun, Saya Jemput

Baca juga: Cuaca Hari Ini Jumat 28 Mei 2021, BMKG: 24 Wilayah Indonesia Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Baca juga: Lowongan Kerja PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group) Divisi Desain dan IT untuk Semua Jurusan

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Purn Teddy Lhaksmana Widya Kusuma.

Tercatat selama 3 hari, 21-24 Mei 2021 sudah terjadi 60 aksi teror.

Hingga saat ini sudah 22 anggota KKB Papua yang ditembak mati aparat keamanan.

Berdasarkan keterangan Teddy, KKB ingin memanfaatkan pelaksanaan PON untuk mendapatkan perhatian dunia internasional dan ciptakan instabilitas.

"KKB juga bermaksud menggagalkan PON untuk menciptakan instabilitas untuk menarik perhatian dunia," terang Teddy saat Rapat Kerja dengan Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Otonomi Khusus Papua di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Oleh karena itu, BIN merekomendasikan agar revisi UU Otsus Papua segera dirampungkan sebelum pelaksanaan PON XX di Papua.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved