Banggai Bupati Baru

Berikut Permintaan Warga Komunitas Adat Terpencil Loinang untuk Bupati Banggai Terpilih

Nama Amirudin Tamoreka tidak asing di telinga warga Komunitas Adat Terpencil Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Seorang warga Komunitas Adat Terpencil Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Minggu (30/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI — Nama Amirudin Tamoreka tidak asing di telinga warga Komunitas Adat Terpencil Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Bupati Banggai terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 itu, bahkan terus disebut saat sejumlah awak media menyambangi rumah Sekap, salah seorang warga Komunitas Adat Terpencil, Minggu (30/5/2021) lalu.

Dalam Bahasa Saluan (Saluan adalah salah satu suku di Banggai), Sekap bercerita bahwa dirinya pernah diundang ke kediaman Amirudin Tamoreka di Kecamatan Moilong saat momen Pilkada Banggai 2020.

“Saya pernah ke rumah Tamoreka (Amirudin Tamoreka_red),” ungkap Sekap yang telah diartikan dalam Bahasa Indonesia.

Sekap mengaku pasangan calon Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili meraih suara cukup signifikan di dusun Tombiobong yang dihuni 32 kepala keluarga tersebut.

Baca juga: VIDEO: Hadianto Target Pengerjaan Bangunan Pasar Tua Palu Selesai Dua Bulan Lagi

Baca juga: Berikut Penjelasan Pakar Hukum Untad soal Penyelesaian Kasus Qidam Berlarut-larut

Saat ditanya apa permintaan untuk Amirudin Tamoreka setelah dilantik 8 Juni 2021 mendatang, Sekap tidak muluk-muluk menjawab.

“Jalan dan listrik saja,” ucap Sekap, santai.

Untuk aktivitas  di malam hari, warga Komunitas Adat Terpncil Loinang hanya menggunakan bahan damar sebagai penerang.

Kalau air bersih, kata dia, sudah tersedia meski belum tersalur ke pemukiman.  

Sementara keinginan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan menurut dia, belum prioritas.

“Kalau sudah ada jalan dan listrik, pasti mengikuti semua fasilitas lain,” tutur pria berkumis putih tebal tersebut.

Kehidupan Komunitas Adat Terpencil Loinang serba terbatas.

Selain jalan rusak, fasilitas pendidikan dan kesehatan belum memadai.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved