Banggai Bupati Baru

Berikut Permintaan Warga Komunitas Adat Terpencil Loinang untuk Bupati Banggai Terpilih

Nama Amirudin Tamoreka tidak asing di telinga warga Komunitas Adat Terpencil Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Seorang warga Komunitas Adat Terpencil Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Minggu (30/5/2021). 

Hanya tersedia satu sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Tombiobong.

Baca juga: Seorang Pria Dibacok di Bokong saat Asik Berswafoto di Jembatan Lalove Palu

Baca juga: VIDEO: Wawali Palu Target Ibu Hamil dan Bayi Ramaikan Posyandu Lagi

Perkampungan Komunitas Adat Terpencil Loinang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua sekitar 3 jam dari kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai.

Setibanya di Desa Maleo Jaya, hanya jenis kendaraan dobel cabin yang bisa tembus sampai ke sana, karena harus melintasi satu sungai besar berarus deras dan dua anak sungai.

Belum lagi jalan berbatu yang ditempuh sejauh 4 kilometer.

Sedangkan sepeda motor bisa melintasi jembatan gantung sepanjang 50 meter.

Saat musim hujan wilayah tersebut menjadi terisolir karena luapan air sungai yang menyebabkan jalan terputus.

Meski begitu, Komunitas Adat Terpencil Loinang tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan bergantung pada sumber daya alam yang ada di hutan seperti bercocok tanam, mencari rotan, dan berburu. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved