Breaking News:

HRS Tuding JPU Jadikan Kasus Prokes Lebih Jahat dari Korupsi, Nama Djoko Tjandra Ikut Diseret

Habib Rizieq Shihab menuding Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadikan kasus pelanggaran protokol kesehatan lebih jahat dari kasus korupsi.

Editor: Muh Ruliansyah
POOL / REPUBLIKA / RAISAN AL FARISI via Kompas.com
Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Irjen Napoleon bahkan dituntut jauh lebih rendah, yakni hanya tiga tahun penjara.

"Jadi, dalam pandangan JPU bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan bukan sekadar kejahatan biasa."

"Tapi jauh lebih jahat dan lebih berat daripada kasus korupsi yang telah merampok uang rakyat dan membangkrutkan negara."

"Sehingga kasus pelanggaran protokol kesehatan harus dituntut 6 tahun penjara," paparnya.

Rizieq Shihab dituntut 6 tahun penjara atas kasus tes swab Covid-19 di RS Ummi Bogor.

Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021).

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan Rizieq Shihab sebagai terdakwa terbukti menyebarkan berita bohong.

"Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong atas kondisi kesehatannya," kata jaksa dalam ruang sidang PN Jakarta Timur.

Jaksa juga menyatakan Rizieq melanggar pasal 14 Ayat 1 (ke-1) UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dengan begitu, jaksa menuntut dedengkot Front Pembela Islam (FPI) itu dengan kurungan penjara selama 6 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved