Apa Itu Sadfishing? Kenali Istilah Kebiasaan yang Tak Disadari saat Menggunakan Media Sosial Ini

Hampir setiap pengguna media sosial menginginkan sebuah perhatian dari para pengikutnya. Sehingga ketika mereka sedang bersedih, banyak dukungannya.

Shutterstock
FOTO ILUSTRASI: Membagikan cerita di media sosial 

Selama pandemi Covid-19, telah terbukti penggunaan sosial media meningkat yang diimbangi dengan level kecemasan seseorang.

Sehingga hal tersebut juga mempengaruhi seseorang dalam melakukan sadfishing.

Dengan berbagai filter yang telah dilakukan poengguja media sosial mengakibatkan konten yang disuguhkan seakan sangat menyedot perhatian.

Meskipun konten yang diunggah merupakan luapan dari emosi penggunanya, para ahli mengatakan tidak mudah untuk membedakan mana yang asli dan dibuat-buat.

Baca juga: Apa Itu Kesehatan Mental? Berikut Penjelasan dan Tips Memahami Kondisi Mental Seseorang

Sadfishing ini cenderung kepada pengguna media sosial yang memancing reaksi seperti komentar, like dan share dari pengguna lain untuk bersimpati kepada cerita sedihnya.

Tak hanya pengguna sosial seperti masyarakat saja yang melakukan sadfishing, bahkan para selebritis juga melakukan hal yang sama.

Bahkan dengan jumlah pengikut yang tidak sedikit, para selebritis mampu menghipnotis pengguna media sosial dengan aksi sedih yang mengundang simpati.

Hubungan Antara Sadfishing, Media Sosial dan Kesehatan Mental

Kebanyakan pengguna media sosial adalah kalangan remaja dan dewasa awal.

Mereka melakukan sadfishing lebih kerap dibandingkan usia lainnya.

Bahkan bisa dikatakan mereka yang sering melakukan hal serupa di media sosial benar-benar mengalami emosi yang sulit.

Tak jarang mereka sedang berada pada fase kesehatan mental yang buruk.

Salah satu gangguan mental terkait sadfishing adalah Histrionic Personality Disorder, yakni sebuah perilaku seseorang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Baca juga: Melawan Stigma Kesehatan Mental, Psikolog: Stop Judging, Start Supporting

Ilustrasi dari manfaat berbicara sendiri menurut psikolog
Ilustrasi dari manfaat berbicara sendiri menurut psikolog (freepik.com)

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Digital Awareness UK, perilaku sadfishing ini benar-benar mempersulit seseorang dalam menghadapi tantangan kesehatan mental.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved