Breaking News:

Virus Corona

Skenario Jika Asal-usul Covid-19 Belum Bisa Ditemukan, Akan Muncul Covid-26 dan Covid-32

Akan ada Covid-26 dan Covid-32 kecuali kita sepenuhnya memahami asal mula epidemi COVID-19

Editor: Putri Safitri
AFP/JANE BARLOW
Teknisi pendukung klinis Douglas Condie mengekstrak virus dari sampel swab sehingga struktur genetik virus dapat dianalisis dan diidentifikasi di laboratorium pengujian coronavirus di Glasgow Royal Infirmary, Glasgow, Inggris Raya. Rabu (19/02/2020). (Jane Barlow/POOL/AFP) 

Oleh karena itu, AS perlu menekan China, termasuk ancaman sanksi, untuk memungkinkan Beijing membuka penyelidikan.

Pakar AS kedua, komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), yang saat ini duduk di dewan Perusahaan Pfizer, Scott Gottlieb, juga menambahkan.

"Informasi tersebut membuktikan hipotesis virus SARS- CoV-2 bocor dari laboratorium di Kota Wuhan, Chin,  semakin banyak," katanya.

"China tidak memberikan bukti untuk membantah hipotesis dan penyelidikan virus SARS-CoV-2 yang menyebar melalui hewan liar tidak membuahkan hasil," imbuhnya.

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Hampir satu setengah tahun sejak kasus pertama COVID-19 terdeteksi di China, asal usul pasti wabah COVID-19 masih belum jelas.

Para ilmuwan berhipotesis bahwa virus SARS-CoV-2 dapat menyebar dari hewan liar ke manusia.

Teori lain adalah bahwa virus itu mungkin secara tidak sengaja lolos dari laboratorium di Kota Wuhan.

Dalam pernyataan mengejutkan di tengah pekan lalu, Presiden AS Joe Biden menyerukan penyelidikan baru tentang asal mula epidemi COVID-19 setelah intelijen negara itu menerbitkan penilaian yang saling bertentangan.

Dia memerintahkan agensi untuk melapor dalam 90 hari.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menjawab bahwa permintaan Biden adalah "diskriminatif, manipulasi politik dan menyalahkan".

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved