Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Pelaku Penembakan Qidam Belum Terungkap, Keluarga Akan Laporkan Kapolda Sulteng ke Komnas HAM

Keluarga Qidam Alfariski melalui penasehat hukum dari Tim Pembela Muslim bakal mengadukan kasus dugaan salah tembak ke Komisi Nasional HAM RI.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Putri Safitri
handover
Keluarga Qidam didampingi TPM Sulawesi Tengah usai putusan sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Palu, Kamis (3/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Keluarga Qidam Alfariski melalui penasehat hukum dari Tim Pembela Muslim bakal mengadukan kasus dugaan salah tembak ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) RI. 

Qidam warga Desa Tambarana, Kabupaten Poso, diduga menjadi korban salah tembak oleh aparat Satuan Tugas (Satgas) Tinombala

Peristiwa penembakan terhadap Qidam bermula saat pria berusia 20 tahun itu dikira sebagai teroris saat melintas di belakang Polsek Poso Pesisir Utara pada 9 April 2020.

Qidam Alfariski Mofance
Qidam Alfariski Mofance (Istimewa)

Baca juga: Kasus Pelecehan Oknum Kepala Sekolah pada Murid SD di NTB, 7 Orang Divisum dari 20 Diduga Korban

Baca juga: Sakit Hari Dipecat, Pria Asal NTB Gunakan Video Syur Mantan Atasannya untuk Lakukan Pemerasan

Pascainsiden tersebut, hingga kini belum diketahui pasti siapa pelaku dari penembakan tersebut. 

"Sudah setahun lebih kasus ini tak pernah terungkap.

Maka kami akan gugat Kapolda Sulteng dan melaporkan perkara ini ke Komnas HAM RI," ujar Pembina TPM Sulawesi Tengah Harun Nyak Itam Abu, Minggu (13/6/2021). 

Baca juga: XSR 155 Motoride, Ride to Nature Untuk Eksplorasi Bandung

Keluarga Qidam didampingi TPM Sulawesi Tengah usai putusan sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Palu, Kamis (3/6/2021)
Keluarga Qidam didampingi TPM Sulawesi Tengah usai putusan sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Palu, Kamis (3/6/2021) (handover)

Harun menjelaskan, alasan pihaknya meminta pendampingan dari Komnas HAM RI karena kasus tersebut mengarah pada delik by omission. 

Pakar hukum pidana Universitas Tadulako itu menilai, penembakan terhadap warga sipil tak bersalah merupakan pelanggaran HAM berat.

Sementara, Kapolda Sulteng dianggap tidak mau menyerahkan anak buahnya yang diduga sebagai pelaku penembakan

"Pelaku penembakan jelas dari oknum kepolisian. Kami harap Komnas HAM dapat melakukan tugas sebagaimana fungsinya dan menyelesaikan persoalan ini sesuai UU Pengadilan HAM," ucap Harun. (*) 

(TribunPalu.com/Fandy Ahmat)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved